mn75:22.1 “Demikianlah keyakinanku kepada Yang Mulia Gotama.
mn75:22.2 Sang Mulya Gotama mampu mengajarkan Dhamma kepadaku sedemikian rupa sehingga aku dapat mengetahui kesehatan dan melihat padamnya.”
mn75:22.3 “Māgaṇḍiya, bagaikan seorang yang buta sejak lahir;
mn75:22.4 Ia tidak dapat melihat bentuk-bentuk yang hitam atau putih, tidak dapat melihat bentuk-bentuk yang biru, tidak dapat melihat bentuk-bentuk yang kuning, tidak dapat melihat bentuk-bentuk yang merah, tidak dapat melihat bentuk-bentuk yang merah jambu, tidak dapat melihat tanah yang rata dan tidak rata, tidak dapat melihat bintang-bintang, tidak dapat melihat bulan dan matahari.
mn75:22.5 Sahabat-sahabat, kolega-kolega, kerabat-kerabat, dan sanak-saudaranya akan mendatangkan seorang tabib ahli bedah untuk merawatnya.
mn75:22.6 Tabib ahli bedah itu akan membuatkan obat untuknya.
mn75:22.7 Namun setelah menggunakan obat itu, matanya tidak sembuh dan ia tetap tidak dapat melihat dengan jelas.
mn75:22.8 Bagaimana menurutmu, Māgaṇḍiya,
mn75:22.9 Bukankah tabib itu hanya akan merasa lelah dan frustrasi?”
mn75:22.10 “Benar, Gotama yang mulia.”
mn75:22.11 “Demikian pula, Māgaṇḍiya, seandainya aku mengajarkan Dhamma kepadamu, dengan mengatakan:
mn75:22.12 ‘Inilah kesehatan itu, inilah padamnya api itu.’ Tetapi engkau mungkin tidak mengetahui kesehatan atau melihat padamnya api itu,
mn75:22.13 yang akan melelahkan dan menyusahkan bagiku.”