MN 75

Māgaṇḍiyasutta

Khotbah kepada Māgaṇḍiya

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn75:21.1 “Demikian pula, Māgaṇḍiya, para pengembara dari agama lain itu buta, tidak berpenglihatan, tidak mengetahui kesehatan, tidak melihat Nibbāna, namun mereka mengucapkan syair ini:

mn75:21.2 ‘Kesehatan adalah berkah tertinggi; padamnya api kekotoran, kebahagiaan tertinggi.’

mn75:21.3 Sebab syair ini telah diucapkan oleh para Arahant, para Buddha yang telah tercerahkan sempurna di masa lampau:

mn75:21.4 ‘Kesehatan adalah berkah tertinggi;

mn75:21.5 padamnya api kekotoran, kebahagiaan tertinggi;

mn75:21.6 Di antara jalan-jalan, yang tertinggi adalah jalan berunsur delapan—

mn75:21.7 ‘aman, dan menuju kebebasan dari kematian.’

mn75:21.8 Kini, seiring waktu, syair itu telah menjadi syair yang diucapkan oleh orang-orang awam.

mn75:21.9 Akan tetapi, Māgaṇḍiya, tubuh ini adalah penyakit, bisul, anak panah, kesengsaraan, dan penderitaan. Namun engkau berkata tentang tubuh ini:

mn75:21.10 ‘Inilah kesehatan itu, inilah padamnya api itu!’ kata engkau, Guru Gotama.

mn75:21.11 Tetapi, Māgaṇḍiya, engkau tidak memiliki mata mulia yang dengannya engkau dapat mengetahui kesehatan dan melihat padamnya api itu.”

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗