mn75:19.1 Kemudian pada saat itu Sang Buddha mengungkapkan perasaan yang mendalam ini:
mn75:19.2 “Kesehatan adalah berkah tertinggi;
mn75:19.3 Nibbāna adalah kebahagiaan tertinggi;
mn75:19.4 Di antara jalan-jalan, yang tertinggi adalah jalan berunsur delapan—
mn75:19.5 jalan yang aman, menuju kebebasan dari kematian.”
mn75:19.6 Setelah itu, pengembara Māgaṇḍiya berkata kepada Bhagavā:
mn75:19.7 “Sungguh menakjubkan, Yang Mulia Gotama, sungguh mengagumkan.
mn75:19.8 Betapa baiknya apa yang dikatakan oleh Gotama yang mulia ini!
mn75:19.9 ‘Kesehatan adalah berkah tertinggi; padamnya api adalah kebahagiaan tertinggi.’
mn75:19.10 Aku juga telah mendengar, tuan Gotama, bahwa para pengembara masa lampau, para guru dari para guru, berkata:
mn75:19.11 ‘Kesehatan adalah berkah tertinggi; padamnya api adalah kebahagiaan tertinggi’;
mn75:19.12 dan itu sejalan, tuan Gotama.”
mn75:19.13 “Tetapi, Māgaṇḍiya, apa yang engkau dengar dari para pengembara masa lampau, dari guru-guru dan para guru mereka, yang berkata:
mn75:19.14 ‘Kesehatan adalah keuntungan tertinggi, Nibbāna adalah kebahagiaan tertinggi’—apakah kesehatan itu, dan apakah Nibbāna itu?”
mn75:19.15 Ketika hal ini dikatakan, pengembara Māgaṇḍiya mengusap anggota tubuhnya sendiri dengan tangannya, sambil berkata:
mn75:19.16 “Inilah kesehatan itu, Yang Mulia Gotama, inilah Nibbāna itu!
mn75:19.17 Karena aku, Yang Mulia Gotama, saat ini sehat dan bahagia, tidak ada penyakit yang menimpaku.”