MN 75

Māgaṇḍiyasutta

Khotbah kepada Māgaṇḍiya

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn75:15.1 Misalkan, Māgaṇḍiya, ada seseorang yang menderita kusta, dengan luka dan bisul di anggota tubuhnya. Dimakan oleh ulat, menggaruk dengan kuku pada lubang-lubang lukanya, ia memanggang tubuhnya di atas lubang bara api.

mn75:15.2 Teman-teman, sahabat, kerabat, dan sanak saudaranya akan mendatangkan seorang tabib ahli bedah untuk merawatnya.

mn75:15.3 Tabib ahli bedah itu akan membuatkan obat untuknya,

mn75:15.4 Dan dengan menggunakan obat itu, ia akan sembuh dari penyakit kusta. Ia akan sehat, bahagia, mandiri, berkuasa atas dirinya sendiri, dan dapat pergi ke mana pun yang diinginkannya.

mn75:15.5 Kemudian dua orang kuat memegang kedua lengannya dan menyeretnya menuju lubang bara api yang menyala.

mn75:15.6 Bagaimana menurutmu, Māgaṇḍiya?

mn75:15.7 Bukankah orang itu akan menggeliat dan meronta ke sana ke mari?”

mn75:15.10 Karena api itu, Guru Gotama, sungguh menyakitkan bila disentuh, sangat panas membara, dan sangat menyengat.”

mn75:15.11 “Bagaimana menurutmu, Māgaṇḍiya,

mn75:15.12 Apakah api itu baru sekarang terasa menyakitkan saat disentuh, sangat panas membara, dan sangat menyengat, ataukah api itu juga terasa menyakitkan saat disentuh, sangat panas membara, dan sangat menyengat sebelumnya juga?”

mn75:15.13 “Api itu, Tuan Gotama, sekarang terasa menyakitkan saat disentuh, sangat panas membara, dan sangat menyengat, dan api itu juga terasa menyakitkan saat disentuh, sangat panas membara, dan sangat menyengat sebelumnya juga.

mn75:15.14 Dan orang yang menderita kusta itu, Guru Gotama, dengan luka bernanah dan tubuh membusuk, dimakan ulat, mengorek-ngorek luka dengan kukunya, indranya rusak, justru karena api itu sungguh menyakitkan saat disentuh, ia memiliki persepsi terbalik bahwa api itu menyenangkan."

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.