MN 75

Māgaṇḍiyasutta

Khotbah kepada Māgaṇḍiya

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 75

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Māgaṇḍiya menganggap kenikmatan indria sebagai kebahagiaan. Buddha menjawab dengan gambaran seorang penderita kusta yang menggaruk luka di dekat api: sesuatu dapat terasa nikmat justru karena penyakit belum sembuh. Inilah Māgaṇḍiya Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang membandingkan kenikmatan indria dengan rasa lega semu dari penyakit.

TOKOH

Māgaṇḍiya

Pengembara yang mempertanyakan mengapa Buddha meninggalkan kenikmatan dunia.

TEMPAT

Kammāsadhamma

Permukiman di negeri Kuru tempat dialog berlangsung.

GAGASAN

Kesehatan tertinggi

Kenikmatan yang bergantung pada nafsu tidak sebanding dengan kedamaian batin yang telah sembuh dari kemelekatan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mn75:22.1 “I am quite confident that the worthy Gotama

mn75:22.2 is capable of teaching me so that I can know health and see extinguishment.”

mn75:22.3 “Māgaṇḍiya, suppose a person was blind from birth.

mn75:22.4 They couldn’t see sights that are dark or bright, or blue, yellow, red, or magenta. They couldn’t see even and uneven ground, or the stars, or the moon and sun.

mn75:22.5 Their friends and colleagues, relatives and kin would get a surgeon to treat them.

mn75:22.6 The surgeon would make medicine for them,

mn75:22.7 but when they used it their eyes were not cured and they still could not see clearly.

mn75:22.8 What do you think, Māgaṇḍiya?

mn75:22.9 Wouldn’t that doctor just get weary and frustrated?”

mn75:22.11 “In the same way, suppose I were to teach you the Dhamma, saying:

mn75:22.12 ‘This is that health, this is that extinguishment.’ But you might not know health or see extinguishment,

mn75:22.13 which would be wearying and troublesome for me.”

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.