
Buddha
Guru yang membandingkan kenikmatan indria dengan rasa lega semu dari penyakit.
Khotbah kepada Māgaṇḍiya
Māgaṇḍiya menganggap kenikmatan indria sebagai kebahagiaan. Buddha menjawab dengan gambaran seorang penderita kusta yang menggaruk luka di dekat api: sesuatu dapat terasa nikmat justru karena penyakit belum sembuh. Inilah Māgaṇḍiya Sutta.

Guru yang membandingkan kenikmatan indria dengan rasa lega semu dari penyakit.
Pengembara yang mempertanyakan mengapa Buddha meninggalkan kenikmatan dunia.
Permukiman di negeri Kuru tempat dialog berlangsung.
Kenikmatan yang bergantung pada nafsu tidak sebanding dengan kedamaian batin yang telah sembuh dari kemelekatan.
Māgaṇḍiya terkejut ketika Buddha menyebut kenikmatan indria sebagai sesuatu yang telah beliau tinggalkan. Ia menganggap pandangan itu merendahkan kehidupan yang dinikmati manusia biasa. Buddha menjelaskan melalui kisah orang buta yang diberi pakaian kotor tetapi mengira pakaian itu bersih karena tidak mampu melihat. Setelah penglihatannya pulih, ia tidak lagi dapat ditipu. Demikian pula seseorang yang belum mengenal kebahagiaan yang lebih tinggi menganggap kenikmatan indria sebagai puncak kesenangan. Buddha memakai perumpamaan orang sakit kulit yang menggaruk luka dan membakarnya di atas bara: tindakan itu terasa nikmat justru karena penyakitnya. Kesembuhan mengubah seluruh penilaiannya tentang apa yang dahulu dianggap menyenangkan.
mn75:11.1 Suppose there was a householder or a householder’s child who was rich, affluent, and wealthy. And they would amuse themselves, supplied and provided with the five kinds of sensual stimulation. That is, sights known by the eye …
mn75:11.2 sounds … smells … tastes …
mn75:11.3 touches known by the body, which are likable, desirable, agreeable, pleasant, sensual, and arousing.
mn75:11.4 Having practiced good conduct by way of body, speech, and mind, when their body breaks up, after death, they’d be reborn in a good place, a heavenly realm, in the company of the gods of the thirty-three.
mn75:11.5 There they’d amuse themselves in the Garden of Delight, escorted by a band of nymphs, supplied and provided with the five kinds of heavenly sensual stimulation.
mn75:11.6 Then they’d see a householder or a householder’s child amusing themselves, supplied and provided with the five kinds of sensual stimulation.
mn75:11.7 What do you think, Māgaṇḍiya? Would that god—amusing themselves in the Garden of Delight, escorted by a band of nymphs, supplied and provided with the five kinds of heavenly sensual stimulation—envy that householder or householder’s child their five kinds of human sensual stimulation, or return to human sensual pleasures?”
mn75:11.8 “No, worthy Gotama.
mn75:11.9 Why is that?
mn75:11.10 Because heavenly sensual pleasures are better than human sensual pleasures.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.