mn72:20.1 “Demikian pula, Vaccha, bentuk apa pun yang dengannya seseorang dapat menggambarkan Yang Tathāgata telah ditinggalkan oleh Yang Tathāgata, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
mn72:20.2 Vaccha, seorang yang telah sempurna terbebas dari penggolongan bentuk adalah Tathāgata, yang dalam, tak terukur, dan sulit dipahami.
mn72:20.3 bagaikan samudra yang agung.
mn72:20.4 ‘Ia terlahir kembali’, ‘ia tidak terlahir kembali’, ‘ia terlahir kembali dan juga tidak terlahir kembali’, ‘ia tidak terlahir kembali maupun tidak tidak terlahir kembali’—semuanya tidak berlaku.
mn72:20.5 Perasaan apa pun yang dengannya seseorang dapat menggambarkan Tathāgata, perasaan itu telah ditinggalkan oleh Tathāgata, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dilenyapkan sehingga tidak akan muncul lagi di masa depan.
mn72:20.6 Sesungguhnya, Vaccha, Tathāgata telah terbebas melalui padamnya perasaan; ia dalam, tak terukur, sulit dipahami—
mn72:20.7 bagaikan samudra yang agung.
mn72:20.8 'Ia terlahir kembali' tidak berlaku; 'ia tidak terlahir kembali' tidak berlaku; 'ia terlahir kembali dan tidak terlahir kembali' tidak berlaku; 'ia bukan terlahir kembali maupun tidak terlahir kembali' tidak berlaku.
mn72:20.9 Persepsi apa pun yang dengannya seseorang dapat menggambarkan Tathāgata, persepsi itu telah ditinggalkan oleh Tathāgata, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dilenyapkan sehingga tidak akan muncul lagi di masa depan.
mn72:20.10 Vaccha, Sang Tathāgata terbebas dari padamnya persepsi, yang dalam, tak terukur, dan sulit dipahami—
mn72:20.11 bagaikan samudra raya.
mn72:20.12 Ungkapan 'terlahir kembali' tidak berlaku baginya, ungkapan 'tidak terlahir kembali' tidak berlaku baginya, ungkapan 'terlahir kembali dan tidak terlahir kembali' tidak berlaku baginya, dan ungkapan 'bukan terlahir kembali maupun tidak terlahir kembali' tidak berlaku baginya.
mn72:20.13 Segala kondisi yang dengannya seseorang dapat menggambarkan Sang Tathāgata telah ditinggalkan oleh Sang Tathāgata, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
mn72:20.14 Vaccha, Sang Tathāgata terbebas dari padamnya kondisi-kondisi, yang dalam, tak terukur, dan sulit dipahami—
mn72:20.15 bagaikan samudra raya.
mn72:20.16 Ungkapan 'terlahir kembali' tidak berlaku baginya, ungkapan 'tidak terlahir kembali' tidak berlaku baginya, ungkapan 'terlahir kembali dan tidak terlahir kembali' tidak berlaku baginya, dan ungkapan 'bukan terlahir kembali maupun tidak terlahir kembali' tidak berlaku baginya.
mn72:20.17 Kesadaran yang dengannya seseorang dapat menggambarkan Sang Tathāgata telah ditinggalkan oleh Sang Tathāgata, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
mn72:20.18 Vaccha, Sang Tathāgata terbebas dari padamnya kesadaran, yang dalam, tak terukur, dan sulit dipahami—
mn72:20.19 bagaikan samudra raya.
mn72:20.20 ‘Dia terlahir kembali’, ‘dia tidak terlahir kembali’, ‘dia terlahir kembali dan juga tidak terlahir kembali’, ‘dia tidak terlahir kembali maupun tidak tidak terlahir kembali’—semuanya tidak berlaku.”