mn72:19.1 Bagaimana menurutmu, Vaccha,
mn72:19.2 seandainya ada api yang menyala di depanmu, apakah engkau akan mengetahui:
mn72:19.3 ‘Api ini menyala di hadapanku’?”
mn72:19.4 “Ya, Guru Gotama, jika api menyala di hadapanku, aku akan mengetahui:
mn72:19.5 ‘Api ini menyala di hadapanku’.”
mn72:19.6 “Tetapi, Vaccha, seandainya mereka bertanya kepadamu:
mn72:19.7 ‘Api yang menyala di hadapanmu ini, bergantung pada apakah api ini menyala?’ Jika ditanya demikian, Vaccha, bagaimanakah engkau akan menjawabnya?”
mn72:19.8 “Jika, Yang Mulia Gotama, seseorang bertanya kepadaku:
mn72:19.9 ‘Api yang menyala di hadapanmu ini, dengan bergantung pada apakah api ini menyala?’ — jika ditanya demikian, Yang Mulia Gotama, aku akan menjawab begini:
mn72:19.10 ‘Api yang menyala di hadapanku ini menyala dengan bergantung pada rumput dan kayu sebagai bahan bakarnya.’”
mn72:19.11 “Jika, Vaccha, api yang menyala di hadapanmu itu padam, apakah engkau akan mengetahui:
mn72:19.12 ‘Api yang menyala di hadapanku ini telah padam’?”
mn72:19.13 “Jika, Yang Mulia Gotama, api yang menyala di hadapanku itu padam, aku akan mengetahui:
mn72:19.14 ‘Api yang menyala di hadapanku ini telah padam.’”
mn72:19.15 “Tetapi, Vaccha, jika seseorang bertanya kepadamu:
mn72:19.16 ‘Api yang telah padam di hadapanmu itu, ke arah manakah ia pergi —
mn72:19.17 ke timur, selatan, barat, atau utara?’ — jika ditanya demikian, Vaccha, bagaimanakah engkau akan menjawabnya?”
mn72:19.18 “Tidak berlaku, Bhante Gotama. Api yang menyala karena bergantung pada rumput dan kayu sebagai bahan bakar, ketika bahan bakarnya habis dan tidak ada lagi yang ditambahkan, maka api itu disebut padam karena kekurangan bahan bakar.”