mn72:14.1 “‘Dunia ini abadi’—ini, Vaccha, adalah pandangan keliru, belenggu pandangan, hutan pandangan, simpangan pandangan, getaran pandangan, dan ikatan pandangan. Semuanya disertai penderitaan, kegelisahan, kepedihan, dan demam batin. Hal-hal ini tidak menuntun pada kekecewaan, pada kebosanan, pada lenyapnya, pada ketenangan, pada pengetahuan langsung, pada pencerahan, pada Nibbāna.
mn72:14.2 ‘Dunia ini tidak abadi’—ini, Vaccha … (lengkap seperti di atas) …
mn72:14.3 ‘Dunia ini terbatas’—ini, Vaccha … (lengkap seperti di atas) …
mn72:14.4 ‘Dunia ini tidak terbatas,’ Vaccha, ... (demikianlah) ...
mn72:14.5 ‘Jiwa dan badan adalah sama,’ Vaccha, ... (demikianlah) ...
mn72:14.6 ‘Hidup itu satu hal, tubuh itu hal lain’—itu, Vaccha … (demikian pula) …
mn72:14.7 ‘Sang Tathāgata ada setelah kematian’—itu, Vaccha … (demikian pula) …
mn72:14.8 ‘Sang Tathāgata tidak ada setelah kematian’—itu, Vaccha … (demikian pula) …
mn72:14.9 ‘Sang Tathāgata ada dan tidak ada setelah kematian’—itu, Vaccha … (demikian pula) …
mn72:14.10 ‘Sang Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian’—itu, Vaccha, adalah pandangan keliru, belukar pandangan, hutan pandangan, simpangan pandangan, getaran pandangan, belenggu pandangan; mengandung penderitaan, mengandung kegelisahan, mengandung keputusasaan, mengandung demam; tidak menuntun pada kejijikan, tidak pada kebosanan, tidak pada lenyapnya, tidak pada ketenangan, tidak pada pengetahuan langsung, tidak pada pencerahan, tidak pada Nibbāna.
mn72:14.11 Melihat bahaya ini, Vaccha, maka aku tidak mendekati segala pandangan itu.”