Mahāmoggallāna
Murid utama yang menguraikan kualitas seorang bhikkhu yang patut dihormati dan mudah dinasihati.
Khotbah tentang Apa yang Seseorang Mungkin Inginkan
Sutta ini menekankan hal-hal yang membuat seseorang layak dihormati dan mudah diarahkan. Latihan tidak hanya tampak dari jubah atau kedudukan, tetapi dari sikap yang bisa menerima nasihat.
Murid utama yang menguraikan kualitas seorang bhikkhu yang patut dihormati dan mudah dinasihati.
Ajaran ini bergerak dalam kehidupan bersama, tempat seseorang diuji oleh cara ia menerima koreksi.
Kerendahan hati, tidak keras kepala, dan kesiapan memperbaiki diri menjadi dasar pertumbuhan batin.
‘Sampannasīlā, bhikkhave, viharatha sampannapātimokkhā; pātimokkhasaṁvarasaṁvutā viharatha ācāragocarasampannā aṇumattesu vajjesu bhayadassāvino; samādāya sikkhatha sikkhāpadesū’ti—
‘Para bhikkhu, hiduplah dengan moralitas yang sempurna dan dengan Pātimokkha yang sempurna; hiduplah dengan terkendali oleh Pātimokkha, sempurna dalam perilaku dan tempat menerima dana makanan, melihat bahaya dalam pelanggaran sekecil apa pun; berlatihlah dalam aturan-aturan latihan yang telah kalian terima’—
iti yaṁ taṁ vuttaṁ idametaṁ paṭicca vuttan”ti.
demikianlah apa yang dikatakan, dan inilah sebabnya hal itu dikatakan.”
Idamavoca bhagavā.
Demikianlah Sang Bhagavā bersabda.
Attamanā te bhikkhū bhagavato bhāsitaṁ abhinandunti.
Dengan gembira, para bhikkhu itu menyetujui ucapan Sang Bhagavā.
Ākaṅkheyyasuttaṁ niṭṭhitaṁ chaṭṭhaṁ.
Selesailah Sutta Ākaṅkheyya, yang keenam.