Ākaṅkheyya ce, bhikkhave, bhikkhu: ‘anekavihitaṁ iddhividhaṁ paccanubhaveyyaṁ—ekopi hutvā bahudhā assaṁ, bahudhāpi hutvā eko assaṁ; āvibhāvaṁ tirobhāvaṁ; tirokuṭṭaṁ tiropākāraṁ tiropabbataṁ asajjamāno gaccheyyaṁ, seyyathāpi ākāse; pathaviyāpi ummujjanimujjaṁ kareyyaṁ, seyyathāpi udake; udakepi abhijjamāne gaccheyyaṁ, seyyathāpi pathaviyaṁ; ākāsepi pallaṅkena kameyyaṁ, seyyathāpi pakkhī sakuṇo; imepi candimasūriye evaṁmahiddhike evaṁmahānubhāve pāṇinā parāmaseyyaṁ parimajjeyyaṁ; yāva brahmalokāpi kāyena vasaṁ vatteyyan’ti, sīlesvevassa paripūrakārī …pe… brūhetā suññāgārānaṁ.
Para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menginginkan: ‘Semoga aku dapat menguasai berbagai jenis kekuatan batin—dari satu menjadi banyak, dari banyak menjadi satu; muncul dan lenyap; menembus tembok, benteng, atau gunung tanpa terhalang bagaikan melintasi angkasa; menyelam dan muncul dari bumi bagaikan dari air; berjalan di atas air tanpa tenggelam bagaikan di atas tanah; duduk bersila melayang di angkasa bagaikan burung yang terbang; menyentuh dan mengelus matahari dan bulan yang demikian perkasa dan demikian kuatnya dengan tangan; dan mengendalikan tubuh hingga ke alam Brahma’, maka hendaknya ia menyempurnakan moralitasnya … melatih diri di tempat-tempat sunyi.