
Buddha
Guru yang menjelaskan perumpamaan burung puyuh untuk menjawab keluhan Udāyī.
Khotbah tentang Perumpamaan Burung Puyuh
Bhikkhu Udāyī mengeluh tentang aturan latihan yang terasa membelenggu. Buddha menjawab lewat perumpamaan burung puyuh kecil yang terikat jerat ringan namun tetap terperangkap. Inilah Laṭukikopama Sutta.

Guru yang menjelaskan perumpamaan burung puyuh untuk menjawab keluhan Udāyī.
Bhikkhu yang mengeluh tentang aturan latihan yang terasa membelenggu, dijawab Buddha lewat perumpamaan burung puyuh.
Hutan dekat kota Āpaṇa, tempat Buddha menyampaikan perumpamaan burung puyuh.
Sesuatu yang tampak sepele bisa jadi belenggu berat bagi batin yang lemah, seperti jerat rotan ringan yang mengikat burung puyuh kecil namun mudah ditembus gajah besar.
Buddha mengenang bagaimana sebagian bhikkhu pernah keberatan ketika beliau meminta mereka meninggalkan makan pada malam hari. Dari persoalan sederhana tentang makanan, beliau menunjukkan bagaimana kemelekatan pada kesenangan kecil dapat menjadi penghalang besar. Perumpamaan burung puyuh yang terjerat tanaman rambat memperlihatkan bahwa sesuatu yang tampak ringan dapat menjadi belenggu mematikan bagi yang lemah, sedangkan sesuatu yang tampak berat tidak membelenggu orang yang kuat. Buddha lalu membedakan murid yang harus dibimbing dengan keras dari murid yang mudah diarahkan, dan membawa pembahasan menuju tingkat-tingkat meditasi di mana berbagai belenggu pengalaman secara bertahap dilepaskan.
mn66:12.1 Suppose there was a rich householder or householder’s child, affluent, and wealthy. He had a vast amount of gold ingots, grain, fields, lands, wives, and male and female bondservants.
mn66:12.2 He’d see a mendicant sitting in meditation in the cool shade, their hands and feet well washed after eating a satisfying meal.
mn66:12.3 He’d think,
mn66:12.4 ‘The ascetic life is so very pleasant! The ascetic life is so very healthy!
mn66:12.5 If only I could shave off my hair and beard, dress in ocher robes, and go forth from the lay life to homelessness.’
mn66:12.6 And he is able to give up his vast amount of gold ingots, grain, fields, lands, wives, and male and female bondservants in order to go forth.
mn66:12.7 Would it be right to say that,
mn66:12.8 for that householder, they are a strong, firm, stout bond, a tie that has not rotted, and a heavy yoke?”
mn66:12.10 “No, sir.
mn66:12.11 For that householder,
mn66:12.12 those bonds are weak, feeble, rotten, and insubstantial.”
mn66:12.13 “In the same way, when some gentlemen are told by me to give something up, they say,
mn66:12.14 ‘What, we just have to give up such a trivial, trifling thing as this, when the Blessed One tells us to give it up, the Holy One tells us to let it go?’
mn66:12.15 They give it up, and they don’t nurse bitterness toward me;
mn66:12.16 and when the mendicants who want to train have given that up, they live relaxed, unruffled, surviving on charity, their hearts free as a wild deer.
mn66:12.17 For them, that bond is weak, feeble, rotten, and insubstantial.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.