‹
MN 63

Cūḷamālukyasutta

Cūḷamālukyasutta — Khotbah Pendek kepada Māluṅkyaputta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 63

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Māluṅkyaputta mengancam akan meninggalkan latihan bila Buddha tidak menjawab pertanyaan metafisik. Buddha menjawab dengan perumpamaan terkenal tentang orang yang terkena anak panah beracun. Inilah Cūḷamāluṅkya Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjawab tuntutan Māluṅkyaputta dengan perumpamaan anak panah beracun.

TOKOH

Māluṅkyaputta

Bhikkhu yang mengancam meninggalkan latihan bila pertanyaan metafisiknya tidak dijawab Buddha.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Māluṅkyaputta menyampaikan tuntutannya kepada Buddha.

KONSEP

Perumpamaan anak panah beracun

Seperti orang terkena panah beracun yang harus segera diobati, bukan menunggu tahu siapa pemanahnya, latihan menuju akhir penderitaan tidak bergantung pada terjawabnya pertanyaan metafisik yang tidak berguna.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Māluṅkyaputta merasa tidak puas karena Buddha tidak menjawab sejumlah pertanyaan spekulatif: apakah dunia kekal atau tidak, terbatas atau tidak, apakah jiwa sama dengan tubuh, dan apa yang terjadi pada Tathāgata setelah kematian. Ia mengancam akan meninggalkan latihan bila jawaban tidak diberikan. Buddha bertanya apakah pernah menjanjikan jawaban tersebut sebagai syarat menjadi murid—dan Māluṅkyaputta mengakui tidak. Lalu muncul perumpamaan terkenal tentang orang yang terkena panah beracun tetapi menolak dicabut sebelum mengetahui siapa pemanahnya, jenis busur, tali, anak panah dan berbagai rincian lain. Ia akan mati sebelum pertanyaannya selesai. Demikian pula Buddha mengarahkan perhatian pada persoalan yang mendesak: penderitaan, asalnya, berakhirnya, dan jalan menuju akhirnya.

mn63:6.1 Bahkan jika ada pandangan ‘dunia ini kekal’, Mālukyaputta, kehidupan suci tidak akan dapat dijalani—demikianlah tidak benar.

mn63:6.2 Bahkan jika ada pandangan ‘dunia ini tidak kekal’, Mālukyaputta, kehidupan suci tidak akan dapat dijalani—demikian pun tidak benar.

mn63:6.3 Baik dengan adanya pandangan ‘dunia ini kekal’ maupun dengan adanya pandangan ‘dunia ini tidak kekal’, Mālukyaputta, tetaplah ada kelahiran, ada penuaan, ada kematian, serta ada dukacita, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan.

mn63:6.4 Dan justru pada pemadaman hal-hal inilah, dalam kehidupan ini juga, yang Kuajarkan.

mn63:6.5 ‘Dunia ini terbatas’—jika pandangan itu ada, Māluṅkyaputta, kehidupan suci tidak akan dijalani. Demikianlah tidak benar.

mn63:6.6 ‘Dunia ini tidak terbatas’—jika pandangan itu ada, Māluṅkyaputta, kehidupan suci tidak akan dijalani. Demikian pula tidak benar.

mn63:6.7 Baik dengan adanya pandangan ‘dunia ini terbatas’ maupun dengan adanya pandangan ‘dunia ini tidak terbatas’, Māluṅkyaputta, tetaplah ada kelahiran, tetaplah ada penuaan, tetaplah ada kematian, tetaplah ada dukacita, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.

mn63:6.8 Dan justru hal-hal inilah yang kumaklumkan pemusnahannya dalam kehidupan ini juga.

mn63:6.9 ‘Jiwa dan badan adalah satu dan sama’—jika pandangan itu ada, Māluṅkyaputta, kehidupan suci tidak akan dijalani. Demikianlah tidak benar.

mn63:6.10 ‘Jiwa adalah satu hal, tubuh adalah hal lain’—jika pandangan itu ada, Māluṅkyaputta, kehidupan suci tidak akan dijalani. Demikian pula tidak.

mn63:6.11 Baik jika pandangan ‘jiwa dan tubuh adalah sama’ ada, maupun jika pandangan ‘jiwa adalah satu hal, tubuh adalah hal lain’ ada, tetap saja ada kelahiran …

mn63:6.12 … dan kehancuran, yang Aku nyatakan.

mn63:6.13 ‘Sang Tathāgata ada setelah kematian’—jika pandangan itu ada, Māluṅkyaputta, kehidupan suci tidak akan dijalani. Demikian pula tidak.

mn63:6.14 ‘Sang Tathāgata tidak ada setelah kematian’—jika pandangan itu ada, Māluṅkyaputta, kehidupan suci tidak akan dijalani. Demikian pula tidak.

mn63:6.15 ‘Sang Tathāgata ada setelah kematian’—jika pandangan ini ada, Māluṅkyaputta, atau ‘Sang Tathāgata tidak ada setelah kematian’—jika pandangan ini ada, maka kelahiran tetap ada …

mn63:6.16 yang mana Aku nyatakan pemadaman-Nya dalam kehidupan yang terlihat ini.

mn63:6.17 ‘Sang Tathāgata ada dan juga tidak ada setelah kematian’—jika, Māluṅkyaputta, dengan adanya pandangan ini kehidupan suci dapat dijalani, maka tidaklah demikian.

mn63:6.18 ‘Sang Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian’—jika, Māluṅkyaputta, dengan adanya pandangan ini kehidupan suci dapat dijalani, maka tidaklah demikian juga.

mn63:6.19 ‘Sang Tathāgata ada dan juga tidak ada setelah kematian’—jika, Māluṅkyaputta, pandangan ini ada, atau ‘Sang Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian’—jika pandangan ini ada, maka kelahiran tetap ada, penuaan, kematian, dan juga duka, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan.

mn63:6.20 Dan justru kekalahan atas hal-hal ini dalam kehidupan ini juga yang kuajarkan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.