MN 5

Anaṅgaṇasutta

Tanpa Noda

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Kenali Dunia dalam Sutta Ini

Sutta ini mengajak pembaca melihat noda batin dengan jujur. Yang berbahaya bukan hanya adanya noda, tetapi tidak menyadarinya; ketika noda dikenali, jalan untuk membersihkannya mulai terbuka.

Tokoh · Visual menyusul

Sāriputta

Murid utama yang menjelaskan perbedaan antara batin yang bernoda dan batin yang mengetahui noda itu.

Tempat · Visual menyusul

Jetavana, Sāvatthī

Lingkungan biara tempat para bhikkhu menerima ajaran dan memeriksa batin mereka sendiri.

Konsep · Visual menyusul

Noda Batin

Kotoran batin menjadi ringan untuk ditinggalkan ketika dilihat dengan jernih, bukan ditutup-tutupi.

mn5:31.1 Setelah hal ini dikatakan, Yang Mulia Mahāmoggallāna berkata kepada Yang Mulia Sāriputta:

mn5:31.2 “Sahabat Sāriputta, sebuah perumpamaan muncul dalam pikiranku.”

mn5:31.3 “Silakan bicara sesuai inspirasimu, sahabat Moggallāna,” kata Sāriputta.

mn5:31.4 “Sahabat, pada suatu ketika aku menetap di Rājagaha, di Giribbaja.

mn5:31.5 Kemudian, sahabat, setelah merapikan jubah di pagi hari dan membawa mangkuk serta jubah, aku memasuki Rājagaha untuk menerima dana makanan.

mn5:31.6 Pada saat itu, Samiti, putra seorang pembuat kereta, sedang meraut pelek roda kereta.

mn5:31.7 Dan Paṇḍuputta, seorang petapa Ājīvaka yang dahulu adalah putra pembuat kereta, berdiri di dekatnya.

mn5:31.8 Kemudian, sahabat, pemikiran ini muncul dalam batin Paṇḍuputta, pengikut Ājīvaka, putra pembuat kereta kuda zaman dahulu:

mn5:31.9 ‘Oh, semoga Samīti, putra pembuat kereta kuda, mengetam kelengkungan, kebengkokan, dan cacat pada lingkaran roda ini, sehingga lingkaran roda ini terbebas dari kelengkungan, kebengkokan, dan cacat, menjadi murni dan kokoh pada intinya.’

mn5:31.10 Dan Samīti meratakan cacat pada pelek itu persis seperti yang dipikirkan Paṇḍuputta.

mn5:31.11 Kemudian, teman, Paṇḍuputta, seorang pengikut Ājīvaka, putra pembuat kereta tua, dengan gembira berseru:

mn5:31.12 ‘Ia merencanakan seolah-olah mengetahui hatiku dengan hatinya!’

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗