MN 5

Anaṅgaṇasutta

Tanpa Noda

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Kenali Dunia dalam Sutta Ini

Sutta ini mengajak pembaca melihat noda batin dengan jujur. Yang berbahaya bukan hanya adanya noda, tetapi tidak menyadarinya; ketika noda dikenali, jalan untuk membersihkannya mulai terbuka.

Tokoh · Visual menyusul

Sāriputta

Murid utama yang menjelaskan perbedaan antara batin yang bernoda dan batin yang mengetahui noda itu.

Tempat · Visual menyusul

Jetavana, Sāvatthī

Lingkungan biara tempat para bhikkhu menerima ajaran dan memeriksa batin mereka sendiri.

Konsep · Visual menyusul

Noda Batin

Kotoran batin menjadi ringan untuk ditinggalkan ketika dilihat dengan jernih, bukan ditutup-tutupi.

mn5:29.1 Sahabat, jika pada seorang bhikkhu, wilayah-wilayah keinginan jahat dan tidak terampil ini terlihat dan terdengar belum ditinggalkan—meskipun ia berdiam di hutan, di tempat tinggal terpencil, menerima dana makanan, berjalan menerima dana makanan secara berurutan, mengenakan jubah dari kain buangan, dan mengenakan jubah kasar—namun para sahabat sucinya tidak menghormati, tidak menghargai, tidak menjunjung, dan tidak memuliakannya.

mn5:29.3 Karena wilayah-wilayah keinginan jahat dan tidak terampil itu terlihat dan terdengar belum ditinggalkan oleh Yang Mulia itu.

mn5:29.4 Misalnya, sahabat, sebuah mangkuk perunggu dibawa dari toko atau dari bengkel pandai besi, bersih dan mengilap.

mn5:29.5 Kemudian pemiliknya mengisinya dengan bangkai ular, bangkai anjing, atau bangkai manusia, lalu menutupnya dengan mangkuk perunggu lain dan membawanya berkeliling di pasar.

mn5:29.6 Ketika orang-orang melihatnya, mereka akan berkata:

mn5:29.7 'Sahabat, apakah yang kalian bawa ini, seolah-olah sesuatu yang sangat berharga?'

mn5:29.8 Kemudian mereka membuka tutupnya dan melihat ke dalamnya.

mn5:29.9 Tetapi begitu mereka melihatnya, mereka dipenuhi rasa jijik, muak, dan geli.

mn5:29.10 Bahkan mereka yang lapar pun tidak ingin memakannya, apalagi mereka yang sudah kenyang.

mn5:29.11 Demikian pula, sahabat, jika pada seorang bhikkhu mana pun keinginan-keinginan jahat dan tidak terampil ini terlihat dan terdengar belum ditinggalkan, meskipun ia adalah seorang penghuni hutan, pendiam di tempat tinggal terpencil, pemakan dana makanan, pengumpul makanan dari rumah ke rumah, pemakai kain buangan, pemakai jubah kasar, namun rekan-rekan sebrahmacari tidak menghormati, tidak menghargai, tidak memuliakan, dan tidak menjunjungnya.

mn5:29.13 Karena keinginan-keinginan jahat dan tidak terampil itu pada Yang Mulia tersebut terlihat dan terdengar belum ditinggalkan.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗