Sāriputta
Murid utama yang menjelaskan perbedaan antara batin yang bernoda dan batin yang mengetahui noda itu.
Tanpa Noda
Sutta ini mengajak pembaca melihat noda batin dengan jujur. Yang berbahaya bukan hanya adanya noda, tetapi tidak menyadarinya; ketika noda dikenali, jalan untuk membersihkannya mulai terbuka.
Murid utama yang menjelaskan perbedaan antara batin yang bernoda dan batin yang mengetahui noda itu.
Lingkungan biara tempat para bhikkhu menerima ajaran dan memeriksa batin mereka sendiri.
Kotoran batin menjadi ringan untuk ditinggalkan ketika dilihat dengan jernih, bukan ditutup-tutupi.
mn5:31.1 When he said this, Venerable Mahāmoggallāna said to him,
mn5:31.2 “Reverend Sāriputta, a simile strikes me.”
mn5:31.3 “Then speak as you feel inspired,” said Sāriputta.
mn5:31.4 “Reverend, this one time I was staying right here in Rājagaha, the Mountainfold.
mn5:31.5 Then I robed up in the morning and, taking my bowl and robe, entered Rājagaha for alms.
mn5:31.6 Now at that time Samīti of the wainwrights was planing the rim of a chariot wheel.
mn5:31.7 The Ājīvaka ascetic Paṇḍuputta, who was formerly of the wainwrights, was standing by,
mn5:31.8 and this thought came to his mind:
mn5:31.9 ‘Oh, I hope Samīti the wainwright planes out the crooks, bends, and flaws in this rim. Then the rim will be rid of crooks, bends, and flaws, pure, and consolidated in the core.’
mn5:31.10 And Samīti planed out the flaws in the rim just as Paṇḍuputta thought.
mn5:31.11 Then Paṇḍuputta expressed his gladness:
mn5:31.12 ‘He planes like he knows my heart with his heart!’