
Buddha
Guru yang meyakinkan Upāli lewat perdebatan tentang mana yang lebih menentukan akibat perbuatan — jasmani atau pikiran.
Khotbah kepada Upāli
Diutus gurunya untuk mengalahkan Buddha dalam perdebatan, perumah tangga kaya Upāli justru menjadi yakin dan berpindah menjadi pengikut Buddha. Inilah Upāli Sutta.

Guru yang meyakinkan Upāli lewat perdebatan tentang mana yang lebih menentukan akibat perbuatan — jasmani atau pikiran.
Perumah tangga kaya, murid utama Nātaputta, yang diutus mendebat Buddha namun akhirnya berpindah keyakinan.
Taman mangga di Nāḷandā, tempat perdebatan antara Buddha dan Upāli berlangsung.
Berbeda dari pandangan Jain yang menekankan perbuatan jasmani, Buddha menjelaskan bahwa niat dalam pikiran adalah faktor paling menentukan akibat suatu perbuatan.
Dīgha Tapassī, seorang pengikut Nigaṇṭha Nātaputta, berbicara dengan Buddha tentang perbuatan tubuh, ucapan dan pikiran. Ketika ia melaporkan percakapan itu kepada gurunya, Nātaputta mengutus Upāli—seorang pendukung terkemuka dan pendebat yang percaya diri—untuk mengalahkan Buddha dalam perdebatan. Upāli datang dengan keyakinan bahwa tindakan tubuh adalah yang paling menentukan, tetapi melalui rangkaian pertanyaan dan perumpamaan Buddha membawanya melihat besarnya peranan niat dan pikiran. Pandangan Upāli berubah dan ia menyatakan diri sebagai pengikut Buddha. Buddha justru memintanya mempertimbangkan keputusan itu dengan matang dan tetap memberikan dana kepada para Nigaṇṭha yang sebelumnya ia dukung, sikap yang semakin mengesankan Upāli.
mn56:17.1 “For a long time now, householder, your family has been a well-spring of support for the Jain ascetics. You should consider giving to them when they come.”
mn56:17.2 “Now I’m even more delighted and satisfied with the Buddha, since he tells me to consider giving to the Jain ascetics when they come.
mn56:17.3 I have heard, sir, that the ascetic Gotama says this:
mn56:17.4 ‘Gifts should only be given to me, not to others.
mn56:17.5 Gifts should only be given to my disciples, not to the disciples of others.
mn56:17.6 Only what is given to me is very fruitful, not what is given to others.
mn56:17.7 Only what is given to my disciples is very fruitful, not what is given to the disciples of others.’
mn56:17.8 Yet the Buddha encourages me to give to the Jain ascetics.
mn56:17.9 Well, sir, we’ll know the proper time for that.
mn56:17.10 For a third time, I go for refuge to the Buddha, to the teaching, and to the mendicant Saṅgha.
mn56:17.11 From this day forth, may the Buddha remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.