MN 4

Bhayabheravasutta

Khotbah tentang Ketakutan dan Kengerian

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
Kenali Dunia dalam Sutta Ini

Sutta ini berbicara tentang takut dan gentar. Buddha menunjukkan bahwa keberanian batin lahir dari perilaku yang bersih, perhatian, dan keteguhan dalam tempat sunyi.

Buddha
Tokoh · Paket awal tersedia

Buddha

Menceritakan cara menghadapi rasa takut dalam latihan di tempat sunyi.

Tokoh · Paket awal tersedia

Jāṇussoṇi

Brahmana yang bertanya tentang kehidupan menyepi dan rasa takut.

Konsep · Paket awal tersedia

Menaklukkan Takut

Rasa takut tidak dilawan dengan keras kepala, tetapi dengan kemurnian perilaku dan ketenangan batin.

mn4:21.1

Santi kho pana, brāhmaṇa, eke samaṇabrāhmaṇā rattiṁyeva samānaṁ divāti sañjānanti, divāyeva samānaṁ rattīti sañjānanti.

Ada, brahmana, sebagian petapa dan brahmana yang mempersepsikan malam sebagai siang, dan mempersepsikan siang sebagai malam.

mn4:21.2

Idamahaṁ tesaṁ samaṇabrāhmaṇānaṁ sammohavihārasmiṁ vadāmi.

Aku katakan bahwa cara berdiam mereka itu adalah cara berdiam yang keliru.

mn4:21.3

Ahaṁ kho pana, brāhmaṇa, rattiṁyeva samānaṁ rattīti sañjānāmi, divāyeva samānaṁ divāti sañjānāmi.

Tetapi aku, brahmana, mempersepsikan malam sebagai malam, dan mempersepsikan siang sebagai siang.

mn4:21.4

Yaṁ kho taṁ, brāhmaṇa, sammā vadamāno vadeyya:

Dan jika ada orang yang dapat dikatakan dengan benar, brahmana, bahwa:

mn4:21.5

‘asammohadhammo satto loke uppanno bahujanahitāya bahujanasukhāya lokānukampāya atthāya hitāya sukhāya devamanussānan’ti, mameva taṁ sammā vadamāno vadeyya:

‘Seorang makhluk yang tidak mungkin lagi tertipu telah muncul di dunia ini demi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang, demi belas kasih kepada dunia, demi manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia,’ maka justru tentang diriku inilah hal itu dapat dikatakan dengan benar.

mn4:21.6

‘asammohadhammo satto loke uppanno bahujanahitāya bahujanasukhāya lokānukampāya atthāya hitāya sukhāya devamanussānan’ti.

‘Makhluk yang tidak mungkin keliru telah muncul di dunia, demi kesejahteraan banyak orang, demi kebahagiaan banyak orang, demi belas kasih kepada dunia, demi manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia.’

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗