mn4:9.1 Kemudian, brahmana, aku berpikir:
mn4:9.2 ‘Para petapa dan brahmana mana pun yang hatinya dipenuhi kebencian, dengan pikiran yang berniat jahat, yang berdiam di tempat-tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara, justru karena kebencian dan niat jahat dalam pikiran mereka itulah, para petapa dan brahmana yang mulia itu menarik ketakutan dan kengerian yang tidak baik.’
mn4:9.3 Tetapi aku tidak berdiam di tempat-tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara dengan hati yang dipenuhi kebencian atau pikiran yang berniat jahat;
mn4:9.4 aku memiliki hati yang dipenuhi cinta kasih.’
mn4:9.5 ‘Dan aku adalah salah satu dari para mulia yang berdiam di tempat-tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara dengan hati yang dipenuhi cinta kasih.’
mn4:9.6 Brāhmaṇa, karena melihat dalam diriku keadaan hati yang dipenuhi cinta kasih ini, aku semakin bersukacita dalam berdiam di hutan.