mn4:8.1 Maka aku berpikir, brahmana,
mn4:8.2 ‘Para petapa dan brahmana mana pun yang penuh keinginan terhadap kenikmatan indria, dengan nafsu yang membara, yang menempati tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara, maka karena noda keinginan dan nafsu yang membara terhadap kenikmatan indria itulah, para mulia petapa dan brahmana itu memanggil kejahatan, ketakutan, dan bahaya.
mn4:8.3 Aku tidaklah penuh keinginan terhadap kenikmatan indria, tidak pula memiliki nafsu yang kuat, sehingga aku mendiami tempat-tempat tinggal yang terpencil di hutan dan belantara;
mn4:8.4 Aku adalah seorang yang tidak penuh keinginan…’
mn4:8.5 ‘Para mulia yang tidak penuh keinginan mendiami tempat-tempat tinggal yang terpencil di hutan dan belantara; aku adalah salah satu dari mereka.’
mn4:8.6 Setelah melihat dalam diriku sendiri sifat tidak penuh keinginan ini, brahmana, aku semakin bersemangat untuk berdiam di hutan.