mn4:4.1 Kemudian, brahmana, aku berpikir:
mn4:4.2 ‘Para petapa dan brahmana mana pun yang berperilaku tidak murni dalam perbuatan badan, ucapan, dan pikiran, namun mendiami tempat-tempat tinggal terpencil di hutan belantara dan rimba, maka karena cacat perilaku tidak murni dalam perbuatan badan itulah, para petapa dan brahmana yang mulia itu membangkitkan ketakutan dan kegentaran yang tidak bermanfaat.
mn4:4.3 Tetapi aku tidak mendiami tempat-tempat tinggal terpencil di hutan belantara dan rimba dengan perilaku tidak murni dalam perbuatan badan, ucapan, dan pikiran.
mn4:4.4 Aku berperilaku murni dalam perbuatan badan.
mn4:4.5 Aku adalah salah satu dari para mulia yang mendiami tempat-tempat tinggal terpencil di hutan belantara dan rimba dengan perilaku murni dalam perbuatan badan, ucapan, dan pikiran.’
mn4:4.6 Setelah melihat dalam diriku sendiri kemurnian perilaku perbuatan badan ini, brahmana, aku merasa semakin tenteram untuk berdiam di hutan.