MN 4

Bhayabheravasutta

Khotbah tentang Ketakutan dan Kengerian

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
Kenali Dunia dalam Sutta Ini

Sutta ini berbicara tentang takut dan gentar. Buddha menunjukkan bahwa keberanian batin lahir dari perilaku yang bersih, perhatian, dan keteguhan dalam tempat sunyi.

Buddha
Tokoh · Paket awal tersedia

Buddha

Menceritakan cara menghadapi rasa takut dalam latihan di tempat sunyi.

Tokoh · Paket awal tersedia

Jāṇussoṇi

Brahmana yang bertanya tentang kehidupan menyepi dan rasa takut.

Konsep · Paket awal tersedia

Menaklukkan Takut

Rasa takut tidak dilawan dengan keras kepala, tetapi dengan kemurnian perilaku dan ketenangan batin.

mn4:29.1 Ketika pikiranku terkonsentrasi demikian—murni, jernih, tanpa cela, bebas dari kekotoran, lentur, siap bekerja, kokoh, dan tak tergoyahkan—aku mengarahkannya menuju pengetahuan tentang kematian dan kelahiran kembali makhluk-makhluk.

mn4:29.2 Dengan mata dewa yang murni dan melampaui kemampuan manusia, aku melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—yang hina dan yang mulia, yang rupawan dan yang buruk rupa, yang berada di alam bahagia maupun di alam celaka. Aku memahami bagaimana makhluk-makhluk mengembara sesuai perbuatan mereka: ‘Makhluk-makhluk yang terhormat ini telah melakukan perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Mereka mencela para mulia; mereka berpandangan salah; dan mereka bertindak berdasarkan pandangan salah itu. Setelah kematian, ketika jasmani hancur, mereka terlahir kembali di alam sengsara, alam celaka, alam kehancuran, neraka. Akan tetapi, makhluk-makhluk yang terhormat ini telah melakukan perbuatan baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Mereka tidak pernah mencela para mulia; mereka berpandangan benar; dan mereka bertindak berdasarkan pandangan benar itu. Setelah kematian, ketika jasmani hancur, mereka terlahir kembali di alam bahagia, alam surga.’ Demikianlah, dengan mata dewa yang murni dan melampaui kemampuan manusia, aku melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—yang hina dan yang mulia, yang rupawan dan yang buruk rupa, yang berada di alam bahagia maupun di alam celaka. Aku memahami bagaimana makhluk-makhluk mengembara sesuai perbuatan mereka.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗