MN 4

Bhayabheravasutta

Khotbah tentang Ketakutan dan Kengerian

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
Kenali Dunia dalam Sutta Ini

Sutta ini berbicara tentang takut dan gentar. Buddha menunjukkan bahwa keberanian batin lahir dari perilaku yang bersih, perhatian, dan keteguhan dalam tempat sunyi.

Buddha
Tokoh · Paket awal tersedia

Buddha

Menceritakan cara menghadapi rasa takut dalam latihan di tempat sunyi.

Tokoh · Paket awal tersedia

Jāṇussoṇi

Brahmana yang bertanya tentang kehidupan menyepi dan rasa takut.

Konsep · Paket awal tersedia

Menaklukkan Takut

Rasa takut tidak dilawan dengan keras kepala, tetapi dengan kemurnian perilaku dan ketenangan batin.

mn4:20.1 Kemudian, brahmana, aku berpikir:

mn4:20.2 ‘Bagaimana jika pada malam-malam yang dikenal dan termasyhur—

mn4:20.3 tanggal empat belas, lima belas, dan delapan dari setiap paruh bulan—

mn4:20.4 pada malam-malam seperti itu, aku berdiam di tempat-tempat suci taman, tempat-tempat suci hutan, dan tempat-tempat suci pepohonan yang mengerikan dan membuat bulu roma berdiri? Dalam tempat-tempat tinggal seperti itu, mudah-mudahan aku dapat melihat ketakutan dan kengerian itu.’

mn4:20.5 Suatu saat kemudian, Brahmana, itulah yang kulakukan.

mn4:20.6 —pada malam-malam tanggal empat belas, lima belas, dan delapan hari dalam setiap setengah bulan—

mn4:20.7 pada malam-malam demikian itu, aku berdiam di tempat-tempat tinggal yang menakutkan dan mengerikan, seperti taman-taman suci, hutan-hutan suci, dan pepohonan suci.

mn4:20.8 Ketika aku berdiam di sana, Brahmana, seekor binatang buas datang, atau seekor merak mematahkan ranting, atau angin menggoyangkan dedaunan;

mn4:20.9 kemudian, Brahmana, aku berpikir:

mn4:20.10 ‘Apakah ini ketakutan dan kegentaran itu datang?’

mn4:20.12 ‘Mengapa aku selalu bermeditasi sambil menantikan datangnya ketakutan itu?

mn4:20.13 ‘Mengapa aku tidak menghalau ketakutan dan kegentaran itu sebagaimana ia datang, sambil tetap berada dalam keadaanku yang sekarang?’

mn4:20.14 Maka, brahmana, ketika aku sedang berjalan, ketakutan dan kegentaran itu datang kepadaku.

mn4:20.15 Maka aku, Brahmana, tidak berdiri, tidak duduk, maupun tidak berbaring, melainkan terus berjalan hingga aku dapat melenyapkan ketakutan dan kegentaran itu.

mn4:20.16 Kemudian, Brahmana, ketika aku berdiri, ketakutan dan kegentaran itu datang menimpaku.

mn4:20.17 Maka aku, Brahmana, tidak berjalan, tidak duduk, maupun tidak berbaring, melainkan terus berdiri hingga aku dapat melenyapkan ketakutan dan kegentaran itu.

mn4:20.18 Kemudian, Brahmana, ketika aku duduk, ketakutan dan kegentaran itu datang menimpaku.

mn4:20.19 Maka aku, Brahmana, tidak berbaring, tidak berdiri, maupun tidak berjalan, melainkan terus duduk hingga aku dapat melenyapkan ketakutan dan kegentaran itu.

mn4:20.20 Sewaktu aku berbaring, brahmana, ketakutan dan kegentaran itu datang kepadaku.

mn4:20.21 Aku, brahmana, tidak duduk, tidak berdiri, dan tidak berjalan, melainkan tetap berbaring hingga aku berhasil melenyapkan ketakutan dan kegentaran itu.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗