MN 4

Bhayabheravasutta

Khotbah tentang Ketakutan dan Kengerian

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 4

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Bhayabherava Sutta memperlihatkan bahwa tempat sunyi bisa terasa sulit, tetapi takut dan gentar ditaklukkan melalui perilaku yang bersih, kewaspadaan, dan samādhi.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjawab pertanyaan Jāṇussoṇi dan menceritakan bagaimana rasa takut di hutan ditaklukkan tanpa lari dari postur latihan.

Potret Jāṇussoṇi
TOKOH

Jāṇussoṇi

Brahmana yang bertanya tentang sulitnya tinggal di tempat sunyi dan bagaimana para siswa mengikuti teladan Buddha.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī tempat percakapan MN 4 berlangsung sebelum Buddha menjelaskan pengalaman latihan di tempat-tempat sunyi.

Konsep menaklukkan takut dan gentar melalui kewaspadaan dan samādhi
KONSEP

Menaklukkan takut dan gentar

Ketika takut muncul saat berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring, latihan dilanjutkan dalam postur itu sampai batin menjadi tenang.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mn4:16.1 Wahai brahmana, kemudian aku berpikir:

mn4:16.2 ‘Para petapa atau brahmana mana pun yang malas dan kurang bersemangat, yang menempati tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara—karena cacat kemalasan dan kurang bersemangat, para petapa dan brahmana yang mulia itu mengundang ketakutan dan kegentaran yang tidak baik.

mn4:16.3 Tetapi aku tidaklah malas dan kurang bersemangat ketika menempati tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara;

mn4:16.4 aku adalah seorang yang bersemangat.

mn4:16.5 Di antara para mulia yang bersemangat yang menempati tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara, aku adalah salah satunya.’

mn4:16.6 Wahai brahmana, karena melihat dalam diriku sendiri sifat bersemangat ini, aku semakin bergembira berdiam di hutan.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.