mn4:11.1 Kemudian, brahmana, aku berpikir:
mn4:11.2 ‘Para petapa atau brahmana mana pun yang gelisah, dengan pikiran tidak tenteram, yang mendiami tempat tinggal terpencil di hutan belantara, maka karena cacat kegelisahan dan ketidaktenteraman pikiran itulah, para petapa dan brahmana yang mulia itu menarik perhatian pada ketakutan dan bahaya yang tidak baik.
mn4:11.3 Tetapi aku tidak gelisah, tidak dengan pikiran tidak tenteram, yang mendiami tempat tinggal terpencil di hutan belantara;
mn4:11.4 aku memiliki pikiran yang tenteram.’
mn4:11.5 Di antara mereka yang mulia yang pikirannya tenang dan berdiam di tempat-tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara, aku adalah salah satunya.
mn4:11.6 Melihat dalam diriku sendiri ketenangan pikiran ini, brahmana, aku semakin bersemangat untuk berdiam di hutan.