
Buddha
Guru yang menjawab pertanyaan Jāṇussoṇi dan menceritakan bagaimana rasa takut di hutan ditaklukkan tanpa lari dari postur latihan.
Khotbah tentang Ketakutan dan Kengerian
Bhayabherava Sutta memperlihatkan bahwa tempat sunyi bisa terasa sulit, tetapi takut dan gentar ditaklukkan melalui perilaku yang bersih, kewaspadaan, dan samādhi.

Guru yang menjawab pertanyaan Jāṇussoṇi dan menceritakan bagaimana rasa takut di hutan ditaklukkan tanpa lari dari postur latihan.

Brahmana yang bertanya tentang sulitnya tinggal di tempat sunyi dan bagaimana para siswa mengikuti teladan Buddha.

Wihara di Sāvatthī tempat percakapan MN 4 berlangsung sebelum Buddha menjelaskan pengalaman latihan di tempat-tempat sunyi.

Ketika takut muncul saat berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring, latihan dilanjutkan dalam postur itu sampai batin menjadi tenang.
mn4:35.1 “Indeed, worthy Gotama has sympathy for future generations, since he is a perfected one, a fully awakened Buddha.
mn4:35.2 Excellent, worthy Gotama! Excellent, worthy Gotama!
mn4:35.3 As if he were righting the overturned, or revealing the hidden, or pointing out the path to the lost, or lighting a lamp in the dark so people with clear eyes can see what’s there, worthy Gotama has made the teaching clear in many ways.
mn4:35.4 I go for refuge to the worthy Gotama, to the teaching, and to the mendicant Saṅgha.
mn4:35.5 From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.