
Buddha
Guru yang menjawab pertanyaan Jāṇussoṇi dan menceritakan bagaimana rasa takut di hutan ditaklukkan tanpa lari dari postur latihan.
Khotbah tentang Ketakutan dan Kengerian
Bhayabherava Sutta memperlihatkan bahwa tempat sunyi bisa terasa sulit, tetapi takut dan gentar ditaklukkan melalui perilaku yang bersih, kewaspadaan, dan samādhi.

Guru yang menjawab pertanyaan Jāṇussoṇi dan menceritakan bagaimana rasa takut di hutan ditaklukkan tanpa lari dari postur latihan.

Brahmana yang bertanya tentang sulitnya tinggal di tempat sunyi dan bagaimana para siswa mengikuti teladan Buddha.

Wihara di Sāvatthī tempat percakapan MN 4 berlangsung sebelum Buddha menjelaskan pengalaman latihan di tempat-tempat sunyi.

Ketika takut muncul saat berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring, latihan dilanjutkan dalam postur itu sampai batin menjadi tenang.
Brahmana Jāṇussoṇi bertanya kepada Buddha mengapa hidup menyendiri di hutan terasa begitu sulit dan menakutkan. Buddha lalu mengenang masa sebelum pencerahan, ketika ia sendiri tinggal di tempat-tempat sunyi dan menghadapi rasa takut yang muncul pada malam-malam tertentu. Alih-alih melarikan diri atau mengubah posisi tubuh, ia menghadapi ketakutan itu tepat dalam keadaan ketika rasa tersebut muncul sampai batinnya kembali tenang. Dari pengalaman itu pembicaraan berkembang menuju kemurnian perilaku, konsentrasi, tiga pengetahuan, dan akhirnya pencerahan.
mn4:22-26.1 My energy was roused up and unflagging, my mindfulness was established and lucid, my body was tranquil and undisturbed, and my mind was immersed and unified in samādhi.
mn4:22-26.2 Quite secluded from sensual pleasures, secluded from unskillful qualities, I entered and remained in the first absorption, which has the rapture and bliss born of seclusion, while placing the mind and keeping it connected.
mn4:22-26.3 As the placing of the mind and keeping it connected were stilled, I entered and remained in the second absorption, which has the rapture and bliss born of immersion, with internal clarity and mind at one, without placing the mind and keeping it connected.
mn4:22-26.4 And with the fading away of rapture, I entered and remained in the third absorption, where I meditated with equanimity, mindful and aware, experiencing for themselves the bliss of which the noble ones declare, ‘Equanimous and mindful, one meditates in bliss.’
mn4:22-26.5 With the giving up of pleasure and pain, and the disappearance of former happiness and sadness, I entered and remained in the fourth absorption, without pleasure or pain, with pure equanimity and mindfulness.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.