
Buddha
Guru yang secara terbuka mendorong para bhikkhu untuk menguji dirinya sendiri, bukan sekadar percaya.
Vīmaṁsakasutta — Sang Pencari Kebenaran
Buddha secara terbuka mendorong para bhikkhu untuk menguji dirinya sendiri lewat pengamatan langsung, sebelum meyakini bahwa ia benar-benar seorang Buddha yang tercerahkan sempurna. Inilah Vīmaṁsaka Sutta.

Guru yang secara terbuka mendorong para bhikkhu untuk menguji dirinya sendiri, bukan sekadar percaya.

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.
Seorang bhikkhu yang bijaksana perlu menyelidiki sendiri — lewat mata dan telinga — apakah batin Sang Guru benar-benar bebas dari kekotoran, bukan sekadar percaya begitu saja.
Buddha justru mengundang para bhikkhu untuk menyelidiki diri-Nya, bahkan bila mereka tidak mampu membaca batin orang lain. Seorang penyelidik diminta memperhatikan apakah pada Tathāgata tampak keadaan yang dapat diketahui melalui mata dan telinga yang menunjukkan kekotoran, campuran antara bersih dan kotor, atau kemurnian yang telah berlangsung lama. Penyelidikan kemudian diperluas: apakah guru itu menjadi terkenal karena mencari keuntungan, apakah ia bertindak berbeda karena takut, dan apakah ajarannya benar-benar membawa murid menuju pengalaman langsung. Setelah pemeriksaan seperti itu, keyakinan tidak lagi hanya lahir dari penghormatan kepada seorang guru, tetapi tumbuh karena ajaran telah diuji dan diketahui melalui pengalaman sendiri.
mn47:6.1 Setelah menyelidiki-Nya dan mengetahui demikian,
mn47:6.2 mereka menyelidiki lebih lanjut:
mn47:6.3 ‘apakah ada hal-hal yang murni yang dapat dilihat atau didengar pada Sang Tathāgata atau tidak?’
mn47:6.4 Setelah menyelidiki-Nya, mereka mengetahui:
mn47:6.5 ‘hal-hal yang murni dapat dilihat dan didengar pada Sang Tathāgata.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.