‹
MN 46

Mahādhammasamādānasutta

Mahādhammasamādānasutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 46

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Mahādhammasamādāna Sutta menjelaskan versi lebih mendalam tentang mengapa manusia sering keliru memilih jalan yang terasa nyaman namun berbuah buruk, dan menghindari jalan yang terasa sulit namun sebenarnya membawa kebaikan.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan secara mendalam mengapa manusia sering keliru memilih jalan hidupnya.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.

KONSEP

Keinginan yang menyesatkan pilihan

Karena tidak memahami ajaran dengan benar, orang-orang tersesat oleh keinginan, memilih jalan yang terasa nyaman meski berbuah penderitaan panjang di kemudian hari.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha memulai dari kenyataan yang akrab: manusia menginginkan kebahagiaan dan menghindari penderitaan, tetapi sering justru melakukan hal-hal yang membawa hasil sebaliknya. Ia menjelaskan bahwa masalah itu muncul karena ketidaktahuan tentang cara menjalani sesuatu dan akibat yang akan matang darinya. Empat kemungkinan kembali diperiksa—sakit sekarang dan nanti, menyenangkan sekarang tetapi sakit kemudian, sakit sekarang tetapi bahagia kemudian, serta menyenangkan sekarang dan bahagia kemudian. Uraian yang lebih luas ini menunjukkan bagaimana kebijaksanaan membedakan kenikmatan yang patut dihindari dari kesulitan yang patut ditanggung, sehingga pilihan tidak lagi ditentukan oleh dorongan sesaat.

mn46:15.1 Katamañca, bhikkhave, dhammasamādānaṁ paccuppannasukhaṁ āyatiṁ dukkhavipākaṁ?

mn46:15.2 Idha, bhikkhave, ekacco sahāpi sukhena sahāpi somanassena pāṇātipātī hoti, pāṇātipātapaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.3 sahāpi sukhena sahāpi somanassena adinnādāyī hoti, adinnādānapaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.4 sahāpi sukhena sahāpi somanassena kāmesumicchācārī hoti, kāmesumicchācārapaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.5 sahāpi sukhena sahāpi somanassena musāvādī hoti, musāvādapaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.6 sahāpi sukhena sahāpi somanassena pisuṇavāco hoti, pisuṇavācāpaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.7 sahāpi sukhena sahāpi somanassena pharusavāco hoti, pharusavācāpaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.8 sahāpi sukhena sahāpi somanassena samphappalāpī hoti, samphappalāpapaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.9 sahāpi sukhena sahāpi somanassena abhijjhālu hoti, abhijjhāpaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.10 sahāpi sukhena sahāpi somanassena byāpannacitto hoti, byāpādapaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti;

mn46:15.11 sahāpi sukhena sahāpi somanassena micchādiṭṭhi hoti, micchādiṭṭhipaccayā ca sukhaṁ somanassaṁ paṭisaṁvedeti.

mn46:15.12 So kāyassa bhedā paraṁ maraṇā apāyaṁ duggatiṁ vinipātaṁ nirayaṁ upapajjati.

mn46:15.13 Idaṁ vuccati, bhikkhave, dhammasamādānaṁ paccuppannasukhaṁ āyatiṁ dukkhavipākaṁ.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.