
Buddha
Guru yang menjelaskan secara mendalam mengapa manusia sering keliru memilih jalan hidupnya.
Mahādhammasamādānasutta
Mahādhammasamādāna Sutta menjelaskan versi lebih mendalam tentang mengapa manusia sering keliru memilih jalan yang terasa nyaman namun berbuah buruk, dan menghindari jalan yang terasa sulit namun sebenarnya membawa kebaikan.

Guru yang menjelaskan secara mendalam mengapa manusia sering keliru memilih jalan hidupnya.

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.
Karena tidak memahami ajaran dengan benar, orang-orang tersesat oleh keinginan, memilih jalan yang terasa nyaman meski berbuah penderitaan panjang di kemudian hari.
Buddha memulai dari kenyataan yang akrab: manusia menginginkan kebahagiaan dan menghindari penderitaan, tetapi sering justru melakukan hal-hal yang membawa hasil sebaliknya. Ia menjelaskan bahwa masalah itu muncul karena ketidaktahuan tentang cara menjalani sesuatu dan akibat yang akan matang darinya. Empat kemungkinan kembali diperiksa—sakit sekarang dan nanti, menyenangkan sekarang tetapi sakit kemudian, sakit sekarang tetapi bahagia kemudian, serta menyenangkan sekarang dan bahagia kemudian. Uraian yang lebih luas ini menunjukkan bagaimana kebijaksanaan membedakan kenikmatan yang patut dihindari dari kesulitan yang patut ditanggung, sehingga pilihan tidak lagi ditentukan oleh dorongan sesaat.
mn46:14.1 Katamañca, bhikkhave, dhammasamādānaṁ paccuppannadukkhañceva āyatiñca dukkhavipākaṁ?
mn46:14.2 Idha, bhikkhave, ekacco sahāpi dukkhena sahāpi domanassena pāṇātipātī hoti, pāṇātipātapaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.3 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena adinnādāyī hoti, adinnādānapaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.4 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena kāmesu micchācārī hoti, kāmesu micchācārapaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.5 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena musāvādī hoti, musāvādapaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.6 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena pisuṇavāco hoti, pisuṇavācāpaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.7 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena pharusavāco hoti, pharusavācāpaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.8 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena samphappalāpī hoti, samphappalāpapaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.9 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena abhijjhālu hoti, abhijjhāpaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.10 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena byāpannacitto hoti, byāpādapaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn46:14.11 sahāpi dukkhena sahāpi domanassena micchādiṭṭhi hoti, micchādiṭṭhipaccayā ca dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti.
mn46:14.12 So kāyassa bhedā paraṁ maraṇā apāyaṁ duggatiṁ vinipātaṁ nirayaṁ upapajjati.
mn46:14.13 Idaṁ vuccati, bhikkhave, dhammasamādānaṁ paccuppannadukkhañceva āyatiñca dukkhavipākaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.