
Buddha
Guru yang menjelaskan empat cara menjalani praktik berdasarkan rasa dan buahnya.
Khotbah Pendek tentang Cara Mengambil Praktik
Cūḷadhammasamādāna Sutta menjelaskan empat cara menjalani praktik: yang terasa menyenangkan tapi berbuah pahit, yang terasa pahit dan berbuah pahit, yang terasa pahit tapi berbuah manis, dan yang terasa manis serta berbuah manis.

Guru yang menjelaskan empat cara menjalani praktik berdasarkan rasa dan buahnya.

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.
Kenikmatan sesaat bisa berbuah penderitaan panjang, dan kesulitan sesaat bisa berbuah kebahagiaan panjang — penting memilih praktik berdasarkan buah akhirnya, bukan rasa awalnya.
Buddha menjelaskan bahwa suatu pilihan latihan tidak dapat dinilai hanya dari apakah ia terasa menyenangkan atau menyakitkan saat dijalani. Ia membagi cara menjalani sesuatu menjadi empat: menyenangkan sekarang tetapi menghasilkan penderitaan kemudian; menyakitkan sekarang dan menghasilkan penderitaan kemudian; menyakitkan sekarang tetapi menghasilkan kebahagiaan kemudian; serta menyenangkan sekarang dan menghasilkan kebahagiaan kemudian. Masing-masing diterangkan dengan perumpamaan yang menunjukkan bagaimana daya tarik sesaat dapat menyembunyikan akibat buruk, sementara sesuatu yang awalnya berat dapat membawa hasil baik. Dengan demikian pendengar diajak melihat tindakan bukan hanya dari rasa saat ini, tetapi dari arah yang dituju.
mn45:7.1 Katamañca, bhikkhave, dhammasamādānaṁ paccuppannasukhañceva āyatiñca sukhavipākaṁ?
mn45:7.2 Idha, bhikkhave, ekacco pakatiyā na tibbarāgajātiko hoti, so na abhikkhaṇaṁ rāgajaṁ dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn45:7.3 pakatiyā na tibbadosajātiko hoti, so na abhikkhaṇaṁ dosajaṁ dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti;
mn45:7.4 pakatiyā na tibbamohajātiko hoti, so na abhikkhaṇaṁ mohajaṁ dukkhaṁ domanassaṁ paṭisaṁvedeti.
mn45:7.5 So vivicceva kāmehi vivicca akusalehi dhammehi savitakkaṁ savicāraṁ vivekajaṁ pītisukhaṁ paṭhamaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.
mn45:7.6 Vitakkavicārānaṁ vūpasamā ajjhattaṁ sampasādanaṁ cetaso ekodibhāvaṁ avitakkaṁ avicāraṁ samādhijaṁ pītisukhaṁ dutiyaṁ jhānaṁ …pe…
mn45:7.7 tatiyaṁ jhānaṁ …
mn45:7.8 catutthaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.
mn45:7.9 So kāyassa bhedā paraṁ maraṇā sugatiṁ saggaṁ lokaṁ upapajjati.
mn45:7.10 Idaṁ vuccati, bhikkhave, dhammasamādānaṁ paccuppannasukhañceva āyatiñca sukhavipākaṁ.
mn45:7.11 Imāni kho, bhikkhave, cattāri dhammasamādānānī”ti.
mn45:7.12 Idamavoca bhagavā.
mn45:7.13 Attamanā te bhikkhū bhagavato bhāsitaṁ abhinandunti.
mn45:7.14 Cūḷadhammasamādānasuttaṁ niṭṭhitaṁ pañcamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.