“‘sakkāyasamudayo sakkāyasamudayo’ti, ayye, vuccati.
“Bhante, orang berbicara tentang ‘asal mula sakkāya’.
Cūḷavedalla Sutta — Uraian Singkat
“‘sakkāyasamudayo sakkāyasamudayo’ti, ayye, vuccati.
“Bhante, orang berbicara tentang ‘asal mula sakkāya’.
Katamo nu kho, ayye, sakkāyasamudayo vutto bhagavatā”ti?
Apakah asal mula sakkāya yang dimaksud oleh Sang Buddha?”
“Yāyaṁ, āvuso visākha, taṇhā ponobbhavikā nandīrāgasahagatā tatratatrābhinandinī, seyyathidaṁ—
“Saudara Visākha, itulah nafsu keinginan yang menyebabkan kelahiran kembali, disertai kesenangan dan nafsu, yang mencari kenikmatan di sana-sini, yaitu:
kāmataṇhā bhavataṇhā vibhavataṇhā;
nafsu keinginan terhadap kenikmatan indria, nafsu keinginan terhadap keberadaan, dan nafsu keinginan terhadap ketidakberadaan.
ayaṁ kho, āvuso visākha, sakkāyasamudayo vutto bhagavatā”ti.
Saudara Visākha, inilah yang disebut Sang Buddha sebagai asal mula sakkāya.”
Terjemahan Indonesia merupakan draf berbantuan AI Tiga Keranjang dan belum ditinjau manusia. Catatan pembaca ditampilkan terpisah dari teks sutta.