MN 44

Cūḷavedallasutta

Cūḷavedalla Sutta — Uraian Singkat

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn44:28.1 “Bhante, apakah kecenderungan laten itu harus ditinggalkan pada setiap kejadian dari masing-masing jenis perasaan tersebut?”

mn44:28.2 “Tidak, Saudara Visākha, tidak pada setiap kejadian.

mn44:28.3 Saudara Visākha, seorang bhikkhu, setelah sepenuhnya menyepi dari kenikmatan indria dan dari keadaan-keadaan tidak terampil, masuk dan berdiam dalam jhāna pertama, yang disertai pengarahan pikiran dan pemeriksaan, dengan sukacita dan kebahagiaan yang lahir dari penyepian.

mn44:28.4 Dengan itu ia meninggalkan nafsu, dan kecenderungan laten terhadap nafsu tidak mendasarinya.

mn44:28.5 Dan, Saudara Visākha, seorang bhikkhu merenungkan:

mn44:28.6 ‘Kapankah aku akan masuk dan berdiam dalam keadaan yang kini dimasuki dan didiami oleh para mulia?’

mn44:28.7 Ketika ia menumbuhkan kerinduan terhadap pembebasan tertinggi, muncullah kesedihan yang disebabkan oleh kerinduan itu.

mn44:28.8 Dengan itu ia meninggalkan penolakan, dan kecenderungan laten terhadap penolakan tidak mendasarinya.

mn44:28.9 Dan, Saudara Visākha, seorang bhikkhu, setelah meninggalkan kenikmatan dan penderitaan serta setelah lenyapnya kegembiraan dan kesedihan sebelumnya, masuk dan berdiam dalam jhāna keempat, yang bukan menyenangkan maupun menyakitkan, dengan kemurnian keseimbangan batin dan perhatian penuh.

mn44:28.10 Dengan itu ia meninggalkan ketidaktahuan, dan kecenderungan laten terhadap ketidaktahuan tidak mendasarinya.”

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗