‹
MN 38

Mahātaṇhāsaṅkhayasutta

Khotbah Panjang tentang Hancurnya Ketagihan

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 38

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Bhikkhu Sāti keliru memahami bahwa kesadaran yang sama berpindah dan bertransmigrasi tanpa berubah. Buddha mengoreksinya dalam Mahātaṇhāsaṅkhaya Sutta dengan menjelaskan bahwa kesadaran muncul bergantung pada kondisi, dan tidak kekal.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang mengoreksi pandangan keliru Sāti tentang kesadaran yang berpindah tanpa berubah.

TOKOH

Sāti

Bhikkhu anak nelayan yang keliru memahami bahwa kesadaran yang sama berpindah dari kehidupan ke kehidupan tanpa berubah.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha mengoreksi pandangan keliru Sāti.

KONSEP

Kesadaran muncul bergantung kondisi

Kesadaran bukanlah sesuatu yang tetap dan berpindah, melainkan muncul bergantung pada kondisi tertentu — seperti api yang dinamai menurut bahan bakarnya — dan lenyap ketika kondisinya berhenti.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Bhikkhu Sāti mempertahankan pandangan bahwa kesadaran yang sama mengembara dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya. Para bhikkhu berusaha mengoreksinya, tetapi ia tidak berubah sehingga mereka membawa persoalan itu kepada Buddha. Buddha menegur Sāti dan menjelaskan bahwa kesadaran selalu muncul bergantung pada kondisi—kesadaran mata karena mata dan bentuk, kesadaran telinga karena telinga dan suara, dan demikian seterusnya. Penjelasan kemudian berkembang menjadi uraian tentang nutrisi, sebab-akibat yang saling bergantungan, proses kelahiran manusia, pertumbuhan anak, munculnya kenikmatan indria, dan bagaimana seorang Tathāgata mengajarkan jalan yang akhirnya memutus rangkaian kemelekatan tersebut.

mn38:20.1

Avijjāya tveva asesavirāganirodhā saṅkhāranirodho,

Akan tetapi, dengan peluruhan dan lenyapnya ketidaktahuan tanpa sisa, maka lenyap pula bentukan-bentukan kehendak.

mn38:20.2

saṅkhāranirodhā viññāṇanirodho,

Dengan lenyapnya bentukan-bentukan kehendak, lenyap pula kesadaran.

mn38:20.3

viññāṇanirodhā nāmarūpanirodho,

Dengan lenyapnya kesadaran, lenyap pula batin dan bentuk jasmani.

mn38:20.4

nāmarūpanirodhā saḷāyatananirodho,

Dengan lenyapnya batin dan bentuk jasmani, lenyap pula enam landasan indra.

mn38:20.5

saḷāyatananirodhā phassanirodho,

Dengan lenyapnya enam landasan indra, lenyap pula kontak.

mn38:20.6

phassanirodhā vedanānirodho,

Dengan lenyapnya kontak, lenyap pula perasaan.

mn38:20.7

vedanānirodhā taṇhānirodho,

Dengan lenyapnya perasaan, lenyap pula nafsu keinginan.

mn38:20.8

taṇhānirodhā upādānanirodho,

Dengan lenyapnya nafsu keinginan, lenyap pula kemelekatan.

mn38:20.9

upādānanirodhā bhavanirodho,

Ketika kemelekatan berhenti, kelangsungan hidup berhenti.

mn38:20.10

bhavanirodhā jātinirodho,

Ketika kelangsungan hidup berhenti, kelahiran kembali berhenti.

mn38:20.11

jātinirodhā jarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā nirujjhanti.

Ketika kelahiran kembali berhenti, usia tua dan kematian, duka, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan berhenti.

mn38:20.12

Evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa nirodho hoti.

Demikianlah berhentinya seluruh kumpulan penderitaan ini.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.