
Buddha
Guru yang mengoreksi pandangan keliru Sāti tentang kesadaran yang berpindah tanpa berubah.
Khotbah Panjang tentang Hancurnya Ketagihan
Bhikkhu Sāti keliru memahami bahwa kesadaran yang sama berpindah dan bertransmigrasi tanpa berubah. Buddha mengoreksinya dalam Mahātaṇhāsaṅkhaya Sutta dengan menjelaskan bahwa kesadaran muncul bergantung pada kondisi, dan tidak kekal.

Guru yang mengoreksi pandangan keliru Sāti tentang kesadaran yang berpindah tanpa berubah.
Bhikkhu anak nelayan yang keliru memahami bahwa kesadaran yang sama berpindah dari kehidupan ke kehidupan tanpa berubah.

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha mengoreksi pandangan keliru Sāti.
Kesadaran bukanlah sesuatu yang tetap dan berpindah, melainkan muncul bergantung pada kondisi tertentu — seperti api yang dinamai menurut bahan bakarnya — dan lenyap ketika kondisinya berhenti.
Bhikkhu Sāti mempertahankan pandangan bahwa kesadaran yang sama mengembara dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya. Para bhikkhu berusaha mengoreksinya, tetapi ia tidak berubah sehingga mereka membawa persoalan itu kepada Buddha. Buddha menegur Sāti dan menjelaskan bahwa kesadaran selalu muncul bergantung pada kondisi—kesadaran mata karena mata dan bentuk, kesadaran telinga karena telinga dan suara, dan demikian seterusnya. Penjelasan kemudian berkembang menjadi uraian tentang nutrisi, sebab-akibat yang saling bergantungan, proses kelahiran manusia, pertumbuhan anak, munculnya kenikmatan indria, dan bagaimana seorang Tathāgata mengajarkan jalan yang akhirnya memutus rangkaian kemelekatan tersebut.
mn38:24.1 “Knowing and seeing in this way, mendicants, would you be undecided about the present, thinking,
mn38:24.2 ‘Am I? Am I not? What am I? How am I? This sentient being—where did it come from? And where will it go?’?”
mn38:24.3 “No, sir.”
mn38:24.4 “Knowing and seeing in this way, would you say,
mn38:24.5 ‘Our teacher is respected. We speak like this out of esteem for our teacher’?”
mn38:24.6 “No, sir.”
mn38:24.7 “Knowing and seeing in this way, would you say,
mn38:24.8 ‘Our ascetic says this. We speak like this because it is what he says’?”
mn38:24.9 “No, sir.”
mn38:24.10 “Knowing and seeing in this way, would you dedicate yourself to another teacher?”
mn38:24.11 “No, sir.”
mn38:24.12 “Knowing and seeing in this way, would you believe that the observances and boisterous, superstitious rites of the various ascetics and brahmins are essential?”
mn38:24.13 “No, sir.”
mn38:24.14 “Aren’t you speaking only of what you have known and seen and realized for yourselves?”
mn38:24.15 “Yes, sir.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.