MN 35

Cūḷasaccakasutta

Khotbah Pendek kepada Saccaka

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn35:2.1

Tena kho pana samayena saccako nigaṇṭhaputto vesāliyaṁ paṭivasati bhassappavādako paṇḍitavādo sādhusammato bahujanassa.

Pada saat itu, Saccaka, putra para Nigaṇṭha, sedang menetap di Vesālī. Ia adalah seorang ahli perdebatan yang mengaku cerdik dan dianggap suci oleh banyak orang.

mn35:2.2

So vesāliyaṁ parisati evaṁ vācaṁ bhāsati:

Ia berkata demikian di hadapan orang banyak di Vesālī:

mn35:2.3

“nāhaṁ taṁ passāmi samaṇaṁ vā brāhmaṇaṁ vā, saṅghiṁ gaṇiṁ gaṇācariyaṁ, api arahantaṁ sammāsambuddhaṁ paṭijānamānaṁ, yo mayā vādena vādaṁ samāraddho na saṅkampeyya na sampakampeyya na sampavedheyya, yassa na kacchehi sedā mucceyyuṁ.

“Aku tidak melihat seorang petapa atau brahmana pun—baik pemimpin kelompok, pemimpin komunitas, maupun guru komunitas, bahkan seorang yang mengaku sebagai Arahant, Buddha yang tercerahkan sempurna—yang tidak akan goyah, gemetar, dan bergetar, serta mengeluarkan keringat dari ketiaknya, jika berdebat denganku.

mn35:2.4

Thūṇaṁ cepāhaṁ acetanaṁ vādena vādaṁ samārabheyyaṁ, sāpi mayā vādena vādaṁ samāraddhā saṅkampeyya sampakampeyya sampavedheyya.

Bahkan sebatang tiang kayu yang tak bernyawa pun akan goyah, gemetar, dan bergetar jika berdebat denganku.”

mn35:2.5

Ko pana vādo manussabhūtassā”ti?

Terlebih lagi bagi seorang manusia!”

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.