MN 35

Cūḷasaccakasutta

Khotbah Pendek kepada Saccaka

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn35:10.1

“Upamā maṁ, bho gotama, paṭibhātī”ti.

“Sebuah perumpamaan muncul dalam pikiranku, Bhante Gotama.”

mn35:10.2

“Paṭibhātu taṁ, aggivessanā”ti bhagavā avoca.

“Ungkapkanlah sesuai inspirasimu, Aggivessana,” kata Bhagavā.

mn35:10.3

“Seyyathāpi, bho gotama, ye kecime bījagāmabhūtagāmā vuddhiṁ virūḷhiṁ vepullaṁ āpajjanti, sabbe te pathaviṁ nissāya pathaviyaṁ patiṭṭhāya.

“Seperti halnya, Bhante Gotama, segala benih dan tumbuhan yang mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan, semuanya bergantung pada tanah dan bertumpu pada tanah.

mn35:10.4

Evamete bījagāmabhūtagāmā vuddhiṁ virūḷhiṁ vepullaṁ āpajjanti.

Demikianlah benih dan tumbuhan itu mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan.

mn35:10.5

Seyyathāpi vā pana, bho gotama, ye kecime balakaraṇīyā kammantā karīyanti, sabbe te pathaviṁ nissāya pathaviyaṁ patiṭṭhāya.

Atau seperti halnya, Bhante Gotama, segala pekerjaan berat yang dilakukan, semuanya bergantung pada tanah dan bertumpu pada tanah.

mn35:10.6

Evamete balakaraṇīyā kammantā karīyanti.

Demikianlah pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh orang kuat itu dilaksanakan.

mn35:10.7

Evameva kho, bho gotama, rūpattāyaṁ purisapuggalo rūpe patiṭṭhāya puññaṁ vā apuññaṁ vā pasavati, vedanattāyaṁ purisapuggalo vedanāyaṁ patiṭṭhāya puññaṁ vā apuññaṁ vā pasavati, saññattāyaṁ purisapuggalo saññāyaṁ patiṭṭhāya puññaṁ vā apuññaṁ vā pasavati, saṅkhārattāyaṁ purisapuggalo saṅkhāresu patiṭṭhāya puññaṁ vā apuññaṁ vā pasavati, viññāṇattāyaṁ purisapuggalo viññāṇe patiṭṭhāya puññaṁ vā apuññaṁ vā pasavatī”ti.

Demikian pula, Yang Mulia Gotama, seseorang yang menganggap bentuk sebagai diri, dengan berpijak pada bentuk, ia menghasilkan jasa atau pun dosa; seseorang yang menganggap perasaan sebagai diri, dengan berpijak pada perasaan, ia menghasilkan jasa atau pun dosa; seseorang yang menganggap persepsi sebagai diri, dengan berpijak pada persepsi, ia menghasilkan jasa atau pun dosa; seseorang yang menganggap bentukan-bentukan pikiran sebagai diri, dengan berpijak pada bentukan-bentukan pikiran, ia menghasilkan jasa atau pun dosa; seseorang yang menganggap kesadaran sebagai diri, dengan berpijak pada kesadaran, ia menghasilkan jasa atau pun dosa.”

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.