‹
MN 35

Cūḷasaccakasutta

Khotbah Pendek kepada Saccaka

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 35

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Saccaka, seorang debater yang menyombongkan diri belum pernah kalah berdebat, menantang Buddha di hadapan orang banyak di Vesālī — namun akhirnya mengakui kekalahannya sendiri. Inilah Cūḷasaccaka Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menuntun Saccaka lewat pertanyaan bertahap hingga ia mengakui kekalahannya sendiri.

TOKOH

Saccaka

Debater ulung putra penganut Jain yang menyombongkan diri belum pernah kalah berdebat, menantang Buddha di hadapan orang banyak.

TEMPAT

Vesālī (Hutan Besar)

Aula beratap lancip di Hutan Besar dekat Vesālī, tempat Saccaka menantang Buddha berdebat.

KONSEP

Lima kelompok unsur bukanlah diri

Lewat pertanyaan bertahap, Buddha menuntun Saccaka mengakui sendiri bahwa tubuh dan batin (lima kelompok unsur) tidak dapat dikuasai sepenuhnya, sehingga tidak layak disebut diri.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Saccaka, seorang pendebat yang terkenal percaya diri, mendatangi Buddha di Vesālī dengan maksud menguji ajaran-Nya. Ia menyatakan bahwa lima kelompok yang membentuk pengalaman seseorang merupakan diri dan dapat dikuasai seperti seorang raja menguasai wilayahnya. Buddha membawanya memeriksa klaim itu satu demi satu: bila bentuk jasmani, perasaan, persepsi, bentukan dan kesadaran benar-benar diri, semestinya seseorang dapat memerintahkan semuanya agar menjadi sesuai kehendak. Di hadapan para Licchavi, argumen Saccaka runtuh. Buddha kemudian menunjukkan bahwa melihat kelompok-kelompok itu sebagai ‘milikku’, ‘aku’, atau ‘diriku’ menghasilkan kemelekatan, sedangkan memahami ketidakkekalan dan bukan-diri membuka jalan menuju kebebasan.

mn35:9.1 Kemudian Saccaka, putra Nigaṇṭha, yang telah duduk di satu sisi, berkata kepada Bhagavā:

mn35:9.2 “Aku ingin bertanya kepada Yang Mulia Gotama tentang suatu hal tertentu, jika Yang Mulia Gotama berkenan memberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan itu.”

mn35:9.3 “Tanyakanlah apa yang engkau kehendaki, Aggivessana.”

mn35:9.4 “Bagaimanakah Yang Mulia Gotama melatih para siswa-Nya? Dan apakah pokok-pokok ajaran yang umumnya disampaikan kepada para siswa Yang Mulia Gotama?”

mn35:9.5 Demikianlah, Aggivessana, aku melatih para siswa, dan demikian pula nasihat-nasihatku kepada para siswa umumnya disampaikan:

mn35:9.6 ‘Para bhikkhu, bentuk adalah tidak kekal, perasaan tidak kekal, persepsi tidak kekal, bentukan-bentukan pikiran tidak kekal, kesadaran tidak kekal.

mn35:9.7 Para bhikkhu, bentuk adalah bukan diri, perasaan bukan diri, persepsi bukan diri, bentukan-bentukan pikiran bukan diri, kesadaran bukan diri.

mn35:9.8 Segala bentukan adalah tidak kekal, segala fenomena adalah bukan diri.’

mn35:9.9 Demikianlah, Aggivessana, aku melatih para siswa, dan demikian pula nasihat-nasihatku kepada para siswa umumnya disampaikan.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.