
Buddha
Guru yang menuntun Saccaka lewat pertanyaan bertahap hingga ia mengakui kekalahannya sendiri.
Khotbah Pendek kepada Saccaka
Saccaka, seorang debater yang menyombongkan diri belum pernah kalah berdebat, menantang Buddha di hadapan orang banyak di Vesālī — namun akhirnya mengakui kekalahannya sendiri. Inilah Cūḷasaccaka Sutta.

Guru yang menuntun Saccaka lewat pertanyaan bertahap hingga ia mengakui kekalahannya sendiri.
Debater ulung putra penganut Jain yang menyombongkan diri belum pernah kalah berdebat, menantang Buddha di hadapan orang banyak.
Aula beratap lancip di Hutan Besar dekat Vesālī, tempat Saccaka menantang Buddha berdebat.
Lewat pertanyaan bertahap, Buddha menuntun Saccaka mengakui sendiri bahwa tubuh dan batin (lima kelompok unsur) tidak dapat dikuasai sepenuhnya, sehingga tidak layak disebut diri.
mn35:30.1 Kemudian Bhagavā merapikan jubah-Nya pada pagi hari, dan dengan membawa mangkuk serta jubah, Beliau mendatangi taman Saccaka, putra Nigaṇṭha itu; setelah tiba, Beliau duduk di tempat yang telah disediakan bersama dengan Saṅgha para bhikkhu.
mn35:30.2 Kemudian Saccaka, putra Nigaṇṭha, dengan tangannya sendiri melayani dan memuaskan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Buddha dengan makanan keras dan lunak yang lezat.
mn35:30.3 Ketika Buddha telah selesai makan dan mencuci tangan serta mangkuknya, Saccaka, putra Nigaṇṭha, mengambil tempat duduk yang rendah dan duduk di satu sisi.
mn35:30.4 Setelah duduk di satu sisi, Saccaka, putra Nigaṇṭha, berkata kepada Buddha:
mn35:30.5 "Yang Mulia Gotama, semoga jasa dan pertumbuhan jasa dari pemberian ini menjadi kebahagiaan bagi para penyumbang."
mn35:30.6 "Aggivessana, apa pun yang timbul dari pemberian kepada penerima yang layak menerima persembahan seperti dirimu—yang belum bebas dari nafsu, kebencian, dan delusi—itu akan menjadi milik para penyumbang.
mn35:30.7 Apa pun yang timbul dari pemberian kepada penerima yang layak menerima persembahan seperti diriku—yang telah bebas dari nafsu, kebencian, dan delusi—itu akan menjadi milikmu."
mn35:30.8 Selesailah Cūḷasaccakasutta, yang kelima.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.