mn35:24.1 Setelah itu, Saccaka putra Nigaṇṭha berkata kepada Dummukha putra Licchavi:
mn35:24.2 “Tunggu, Dummukha, tunggu! Aku tidak sedang berbicara denganmu, aku sedang berbicara dengan Gotama yang mulia.
mn35:24.3 Biarkanlah, Guru Gotama, ucapan kami dan juga ucapan para petapa serta brahmana lainnya itu—
mn35:24.4 menurutku itu hanyalah omong kosong belaka.
mn35:24.5 Sejauh manakah, Yang Mulia Gotama, seorang siswa disebut pengikut ajaran dan penjawab nasihat, yang telah melampaui keraguan, terbebas dari kebimbangan, mencapai kepercayaan diri, dan tidak bergantung pada orang lain dalam ajaran Sang Guru?”
mn35:24.6 “Di sini, Aggivessana, seorang siswa-Ku melihat segala bentuk apa pun—baik yang lampau, masa depan, maupun sekarang; internal atau eksternal; kasar atau halus; rendah atau mulia; yang jauh maupun yang dekat—semua bentuk itu dengan kebijaksanaan benar sebagaimana adanya: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’
mn35:24.7 Mereka benar-benar melihat perasaan apa pun …
mn35:24.8 persepsi …
mn35:24.9 pilihan-pilihan …
mn35:24.10 Kesadaran apa pun—baik yang lampau, yang akan datang, maupun yang sekarang; internal maupun eksternal; kasar maupun halus; rendah maupun tinggi; yang jauh maupun yang dekat—semua kesadaran harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’
mn35:24.11 Sejauh itulah, Aggivessana, seorang siswa-Ku disebut sebagai pengikut ajaran yang menanggapi nasihat, yang telah melampaui keragu-raguan, terbebas dari kebimbangan, mencapai kepercayaan diri, dan tidak bergantung pada orang lain dalam ajaran Sang Guru.”