MN 35

Cūḷasaccakasutta

Khotbah Pendek kepada Saccaka

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn35:22.1 “Misalnya, Aggivessana, ada seseorang yang membutuhkan inti kayu. Mencari inti kayu, mengembara mencari inti kayu, ia membawa kapak tajam dan masuk ke hutan.

mn35:22.2 Di sana ia akan melihat sebatang batang pisang yang besar, lurus dan muda, tumbuh tidak bengkok.

mn35:22.3 Ia akan menebangnya hingga ke pangkal, setelah menebang pangkalnya lalu memotong pucuknya, kemudian mengupas gulungan pelepahnya.

mn35:22.4 Ketika mengupas gulungan pelepah itu, ia bahkan tidak akan menemukan kayu lunak, apalagi inti kayunya.

mn35:22.5 Demikian pula, Aggivessana, ketika engkau ditanya, diperiksa, dan didesak olehKu mengenai doktrinmu sendiri, engkau ternyata kosong, hampa, dan keliru.

mn35:22.6 Akan tetapi, Aggivessana, engkau sendirilah yang mengucapkan kata-kata ini di hadapan kumpulan orang Vesālī:

mn35:22.7 ‘Aku tidak melihat petapa atau brahmana mana pun—pemimpin kelompok, pemimpin komunitas, atau guru komunitas, bahkan seorang yang mengaku sebagai Arahant, Buddha yang tercerahkan sempurna—yang, ketika berdebat denganKu, tidak akan goyah, tidak akan gemetar, tidak akan bergetar, dan yang ketiaknya tidak mengeluarkan keringat.

mn35:22.8 Bahkan tiang kayu yang tak berperasaan pun akan berguncang, bergetar, dan bergetar hebat jika aku menghadapinya dalam perdebatan.

mn35:22.10 Tetapi, Aggivessana, keringat telah bercucuran dari dahimu, meresap melalui jubah luarmu, dan menetes ke tanah.

mn35:22.11 Sedangkan aku, Aggivessana, saat ini tidak ada keringat di tubuhku."

mn35:22.12 Demikianlah Sang Bhagavā memperlihatkan tubuhnya yang berwarna keemasan di hadapan kumpulan itu.

mn35:22.13 Setelah hal ini dikatakan, Saccaka putra Nigaṇṭha duduk diam, sedih, bahu merunduk, wajah menunduk, termenung, kehilangan kata-kata.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗