mn33:7.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak menutup luka?
mn33:7.2 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu setelah melihat bentuk dengan mata, menjadi penangkap penanda dan penangkap rincian.
mn33:7.3 Karena ia berdiam dengan indra mata yang tidak terkekang, maka ketamakan dan ketidak-senangan, kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat, akan melanda dirinya. Ia tidak berlatih untuk kekangannya, tidak melindungi indra mata, dan tidak mencapai kekangan atas indra mata.
mn33:7.4 Setelah mendengar suara dengan telinga …
mn33:7.5 mencium bau dengan hidungnya …
mn33:7.6 mengecap rasa dengan lidahnya …
mn33:7.7 setelah merasakan sentuhan pada tubuhnya …
mn33:7.8 setelah mengetahui pikiran dengan batinnya, ia menangkap ciri-cirinya dan menangkap detail-detailnya.
mn33:7.9 Karena indria batin tidak terkekang, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil berupa keserakahan dan ketidak-senangan akan melanda dirinya. Ia tidak berlatih untuk mengekangnya, tidak melindungi indria batin, dan tidak mencapai pengendalian atas indria batin.
mn33:7.10 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak menutup luka.