mn33:20.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu adalah seorang yang menutup luka?
mn33:20.2 Para bhikkhu, di sini seorang bhikkhu setelah melihat bentuk dengan mata, tidak menangkap penanda (nimitta) dan tidak menangkap rincian (anubyañjana).
mn33:20.3 Ketika ia berdiam dengan indra mata yang tidak terkekang, maka keserakahan dan ketidak-senangan, kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat, akan melanda dirinya. Demi kekangan atas hal itu, ia berlatih, ia menjaga indra mata, dan mencapai kekangan atas indra mata.
mn33:20.4 Ketika mereka mendengar suatu suara dengan telinga …
mn33:20.5 mencium suatu bau dengan hidung …
mn33:20.6 mengecap suatu rasa dengan lidah …
mn33:20.7 setelah merasakan sentuhan dengan tubuh …
mn33:20.8 setelah mengetahui sebuah gagasan dengan pikiran, mereka tidak terikat pada ciri-ciri dan detailnya.
mn33:20.9 Dengan alasan bahwa jika indria pikiran tidak terkendali, maka nafsu keinginan dan ketidak-senangan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda dirinya; oleh karena itu ia berlatih untuk mengendalikannya, menjaga indria pikiran, dan mencapai pengendalian atas indria pikiran.
mn33:20.10 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu adalah seorang yang menutup luka.