mn32:9.1 Kemudian Yang Mulia Mahāmoggallāna berkata kepada Yang Mulia Sāriputta:
mn32:9.2 “Kami semua telah berbicara sesuai dengan pemahaman kami masing-masing, sahabat Sāriputta.
mn32:9.3 Kini kami bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta:
mn32:9.4 ‘Sahabat Sāriputta, hutan sala Gosiṅga ini indah, malamnya terang benderang, pohon-pohon sala sedang mekar sempurna, dan aroma surgawi seolah-olah tersebar di udara.
mn32:9.5 “Sahabat Sāriputta, bagaimana seharusnya seorang bhikkhu yang dapat memperindah Hutan Sāla Gosiṅga ini?”
mn32:9.6 “Di sini, sahabat Moggallāna, seorang bhikkhu mengendalikan pikirannya, dan tidak dikendalikan oleh pikirannya.”
mn32:9.7 Pada pagi hari, ia berdiam dalam pencapaian meditasi apa pun yang diinginkannya;
mn32:9.8 pada siang hari, ia berdiam dalam pencapaian meditasi apa pun yang diinginkannya;
mn32:9.9 dan pada sore hari, ia berdiam dalam pencapaian meditasi apa pun yang diinginkannya.
mn32:9.10 Misalkan, teman Moggallāna, seorang raja atau menteri utama raja memiliki sebuah peti berisi pakaian-pakaian dengan berbagai warna.
mn32:9.11 Pada pagi hari, ia akan mengenakan sepasang pakaian apa pun yang diinginkannya;
mn32:9.12 pada siang hari, ia akan mengenakan sepasang pakaian apa pun yang diinginkannya;
mn32:9.13 dan pada sore hari, ia akan mengenakan sepasang pakaian apa pun yang diinginkannya.
mn32:9.14 Demikian pula, teman Moggallāna, seorang bhikkhu mengendalikan pikirannya, dan tidak dikendalikan oleh pikirannya.
mn32:9.15 Pada pagi hari, ia berdiam dalam pencapaian meditasi apa pun yang diinginkannya;
mn32:9.16 pada siang hari, ia berdiam dalam pencapaian meditasi apa pun yang diinginkannya;
mn32:9.17 dan pada waktu petang, mereka berdiam dalam pencapaian meditasi apa pun yang mereka inginkan.
mn32:9.18 Demikianlah, sahabat Moggallāna, seorang bhikkhu yang akan memperindah Hutan Sala Gosiṅga.”