mn32:11.1 “Di sini, Bhante, Yang Mulia Revata dan Yang Mulia Ānanda mendatangi saya untuk mendengarkan Dhamma.
mn32:11.2 Saya melihat, Bhante, Yang Mulia Revata dan Yang Mulia Ānanda datang dari kejauhan.
mn32:11.3 Setelah melihat Yang Mulia Ānanda, aku berkata kepadanya:
mn32:11.4 ‘Mari, Yang Mulia Ānanda.
mn32:11.5 Selamat datang, Yang Mulia Ānanda, pelayan Bhagavā, yang senantiasa berada di dekat Bhagavā.
mn32:11.6 Sungguh indah, Sahabat Ānanda, hutan sala Gosiṅga ini; malam ini terang benderang, pohon-pohon sala sedang mekar sempurna, dan aroma surgawi, seolah-olah, berhembus di udara;
mn32:11.7 bagaimanakah, Sahabat Ānanda, seorang bhikkhu yang dapat membuat hutan sala Gosiṅga ini menjadi lebih indah?’
mn32:11.8 Ketika aku berkata demikian, Bhante, Yang Mulia Ānanda berkata kepadaku:
mn32:11.9 ‘Di sini, Sahabat Sāriputta, seorang bhikkhu adalah seorang yang sangat terpelajar, yang mengingat apa yang telah dipelajarinya …
mn32:11.10 untuk mencabut akar kecenderungan tersembunyi.
mn32:11.11 Dengan cara inilah, Sahabat Sāriputta, seorang bhikkhu dapat membuat hutan sala Gosiṅga ini menjadi lebih indah.’”
mn32:11.12 “Baik sekali, baik sekali, Sāriputta.
mn32:11.13 Demikianlah Ānanda menjawab dengan benar sebagaimana mestinya.
mn32:11.14 Sebab Ānanda, Sāriputta, adalah seorang yang sangat terpelajar, yang mengingat apa yang telah dipelajari, yang menghimpun apa yang telah dipelajari. Ajaran-ajaran yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, indah pada akhirnya, dengan makna dan ungkapan yang benar, yang menyatakan kehidupan suci yang lengkap dan murni—ajaran-ajaran semacam itu telah banyak dipelajari olehnya, diingat, diulangi secara lisan, direnungkan dengan pikiran, dan ditembus dengan baik oleh pandangan terang.
mn32:11.15 Ia mengajarkan Dhamma kepada empat jenis kumpulan dengan kata dan kalimat yang lengkap, berkesinambungan, demi pencabutan kecenderungan tersembunyi.”