
Buddha
Guru yang menjelaskan perumpamaan pemburu dan kawanan rusa kepada para bhikkhu.
Khotbah tentang Umpan
Buddha memakai perumpamaan seorang pemburu yang menabur umpan untuk kawanan rusa, membandingkannya dengan jerat Māra terhadap empat kelompok petapa dan cara sebagian dari mereka lolos. Inilah Nivāpa Sutta.

Guru yang menjelaskan perumpamaan pemburu dan kawanan rusa kepada para bhikkhu.

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan perumpamaan ini kepada para bhikkhu.
Seperti pemburu menabur umpan untuk menjerat rusa, Māra menyediakan kenikmatan indria sebagai jerat; hanya yang memahami jerat itu dapat melewatinya dengan selamat.
Buddha memakai gambaran seorang pemburu yang memasang umpan bagi kawanan rusa. Sebagian rusa langsung memakan umpan dan jatuh ke dalam kuasa pemburu; sebagian melarikan diri tetapi akhirnya kembali karena kekurangan makanan; kelompok lain mencoba hidup dekat umpan sambil berhati-hati namun tetap ditemukan. Baru kelompok yang memahami cara kerja perangkap dapat hidup tanpa dikuasai pemburu. Buddha kemudian menghubungkan kisah itu dengan kenikmatan indria dan kekuasaan Māra, lalu menjelaskan bagaimana seorang praktisi memasuki tingkat-tingkat meditasi hingga mencapai keadaan yang berada di luar jangkauan Māra.
mn25:10.1 So then a third group of ascetics and brahmins thought up a plan,
mn25:10.2 ‘The first …
mn25:10.4 and second groups of ascetics and brahmins …
mn25:10.15 failed to get free of Māra’s power.
mn25:10.16 Why don’t we set up our lair close by where Māra has sown the seed and those worldly pleasures of the flesh? Then we can encroach on it and enjoy eating without being reckless. We won’t become indulgent, then we won’t become negligent, and then Māra won’t be able to do what he wants with us on account of that seed and those worldly pleasures of the flesh.’
mn25:10.17 And that’s just what they did.
mn25:10.20 Still, they had such views as these:
mn25:10.21 ‘The cosmos is eternal’ or ‘The cosmos is not eternal’;
mn25:10.22 ‘The cosmos is finite’ or ‘The cosmos is infinite’;
mn25:10.23 ‘The soul and the body are one and the same’ or ‘The soul is one thing, the body another’;
mn25:10.24 or that after death, a realized one still exists, or no longer exists, or both still exists and no longer exists, or neither still exists nor no longer exists.
mn25:10.25 And that’s how the third group of ascetics and brahmins failed to get free from Māra’s power.
mn25:10.26 This third group of ascetics and brahmins is just like the third herd of deer, I say.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.