
Buddha
Guru yang menjelaskan kapan sebaiknya tinggal atau meninggalkan tempat tinggal di hutan.
Khotbah tentang Hutan Belantara
Vanapattha Sutta mengajarkan kriteria praktis untuk memutuskan tinggal atau meninggalkan tempat tinggal di hutan: apakah perhatian penuh berkembang di sana, dan apakah kebutuhan dasar tercukupi.

Guru yang menjelaskan kapan sebaiknya tinggal atau meninggalkan tempat tinggal di hutan.

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.
Sebuah tempat tinggal layak ditinggalkan bila perhatian tidak kunjung terpusat di sana, meski kebutuhan hidup tercukupi; tempat yang menumbuhkan konsentrasi layak dipertahankan meski hidup di sana sulit.
Buddha memberikan pedoman yang sangat praktis tentang memilih tempat tinggal untuk berlatih. Ia membayangkan seorang bhikkhu tinggal di hutan, desa, kota, negeri, atau bersama seorang guru tertentu, lalu meminta agar tempat itu dinilai bukan berdasarkan kenyamanan semata tetapi berdasarkan apa yang terjadi pada batinnya. Bila kebutuhan hidup sulit diperoleh dan kualitas-kualitas baik tidak berkembang, tempat itu patut ditinggalkan; bahkan bila kebutuhan mudah diperoleh, tidak ada alasan bertahan bila latihan merosot. Sebaliknya, tempat yang mendukung berkurangnya kekotoran dan berkembangnya Dhamma dapat layak dipertahankan meskipun kehidupan di sana tidak nyaman.
mn17:26.1 Idha pana, bhikkhave, bhikkhu aññataraṁ puggalaṁ upanissāya viharati.
mn17:26.2 Tassa taṁ puggalaṁ upanissāya viharato anupaṭṭhitā ceva sati upaṭṭhāti, asamāhitañca cittaṁ samādhiyati, aparikkhīṇā ca āsavā parikkhayaṁ gacchanti, ananuppattañca anuttaraṁ yogakkhemaṁ anupāpuṇāti.
mn17:26.3 Ye ca kho ime pabbajitena jīvitaparikkhārā samudānetabbā—cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānappaccayabhesajjaparikkhārā—te appakasirena samudāgacchanti.
mn17:26.4 Tena, bhikkhave, bhikkhunā iti paṭisañcikkhitabbaṁ:
mn17:26.5 ‘ahaṁ kho imaṁ puggalaṁ upanissāya viharāmi. Tassa me imaṁ puggalaṁ upanissāya viharato anupaṭṭhitā ceva sati upaṭṭhāti, asamāhitañca cittaṁ samādhiyati, aparikkhīṇā ca āsavā parikkhayaṁ gacchanti, ananuppattañca anuttaraṁ yogakkhemaṁ anupāpuṇāmi.
mn17:26.6 Ye ca kho ime pabbajitena jīvitaparikkhārā samudānetabbā—cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānappaccayabhesajjaparikkhārā—te appakasirena samudāgacchantī’ti.
mn17:26.7 Tena, bhikkhave, bhikkhunā yāvajīvampi so puggalo anubandhitabbo, na pakkamitabbaṁ, api panujjamānenapī”ti.
mn17:26.8 Idamavoca bhagavā.
mn17:26.9 Attamanā te bhikkhū bhagavato bhāsitaṁ abhinandunti.
mn17:26.10 Vanapatthasuttaṁ niṭṭhitaṁ sattamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.