‹
MN 17

Vanapatthasutta

Khotbah tentang Hutan Belantara

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 17

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Vanapattha Sutta mengajarkan kriteria praktis untuk memutuskan tinggal atau meninggalkan tempat tinggal di hutan: apakah perhatian penuh berkembang di sana, dan apakah kebutuhan dasar tercukupi.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan kapan sebaiknya tinggal atau meninggalkan tempat tinggal di hutan.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.

KONSEP

Kapan tinggal, kapan pergi

Sebuah tempat tinggal layak ditinggalkan bila perhatian tidak kunjung terpusat di sana, meski kebutuhan hidup tercukupi; tempat yang menumbuhkan konsentrasi layak dipertahankan meski hidup di sana sulit.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha memberikan pedoman yang sangat praktis tentang memilih tempat tinggal untuk berlatih. Ia membayangkan seorang bhikkhu tinggal di hutan, desa, kota, negeri, atau bersama seorang guru tertentu, lalu meminta agar tempat itu dinilai bukan berdasarkan kenyamanan semata tetapi berdasarkan apa yang terjadi pada batinnya. Bila kebutuhan hidup sulit diperoleh dan kualitas-kualitas baik tidak berkembang, tempat itu patut ditinggalkan; bahkan bila kebutuhan mudah diperoleh, tidak ada alasan bertahan bila latihan merosot. Sebaliknya, tempat yang mendukung berkurangnya kekotoran dan berkembangnya Dhamma dapat layak dipertahankan meskipun kehidupan di sana tidak nyaman.

mn17:26.1 Di sini, para bhikkhu, ada kasus lain: seorang bhikkhu berdiam dengan bersandar pada seseorang.

mn17:26.2 Ketika ia berdiam dengan bersandar pada orang itu, perhatian yang belum tegak menjadi tegak, pikiran yang belum terkonsentrasi menjadi terkonsentrasi, kekotoran batin yang belum berakhir menjadi berakhir, dan keamanan tertinggi dari belenggu yang belum tercapai menjadi tercapai.

mn17:26.3 Adapun kebutuhan hidup seorang pertapa—jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit—semuanya mudah diperoleh.

mn17:26.4 Maka, para bhikkhu, bhikkhu itu hendaknya merenungkan demikian:

mn17:26.5 ‘Dengan bersandar pada orang ini aku hidup. Selagi aku hidup dengan bersandar pada orang ini, perhatianku yang belum tegak menjadi tegak, pikiranku yang belum terkonsentrasi menjadi terkonsentrasi, kekotoran batin yang belum lenyap menjadi lenyap, dan keamanan tertinggi dari belenggu yang belum tercapai menjadi tercapai.

mn17:26.6 Dan kebutuhan hidup seorang pertapa—jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit—semuanya mudah diperoleh.’

mn17:26.7 Maka, para bhikkhu, bhikkhu itu hendaknya mengikuti orang itu seumur hidupnya; ia tidak boleh meninggalkannya, bahkan sekalipun diusir.”

mn17:26.8 Demikianlah Sang Bhagavā bersabda.

mn17:26.9 Dengan gembira, para bhikkhu itu menyambut baik apa yang telah disabdakan oleh Sang Bhagavā.

mn17:26.10 Selesailah Sutta Vanapattha yang ketujuh.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.