‹
MN 150

Nagaravindeyyasutta

Khotbah kepada Penduduk Nagaravinda

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 150, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 150

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Nagaravindeyya Sutta menampilkan percakapan Buddha dengan para brahmana dan perumah tangga di Nagaravinda.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Buddha berbicara kepada para brahmana dan perumah tangga yang ingin memahami siapa yang pantas dihormati.

TOKOH

Penduduk Nagaravinda

Buddha berbicara kepada para brahmana dan perumah tangga yang ingin memahami siapa yang pantas dihormati.

TEMPAT

Nagaravinda

Nagaravinda menjadi latar dialog antara Buddha dan masyarakat umum.

GAGASAN

Nilai ajaran dilihat dari buahnya

Ajaran yang baik menumbuhkan pelepasan, ketenangan, dan kebijaksanaan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Ketika Buddha tinggal dekat Nagaravinda, para perumah tangga brahmana datang menemui beliau. Buddha memberi mereka ukuran praktis untuk menilai petapa atau brahmana yang layak dihormati: bukan gelar atau kelompoknya, tetapi apakah keserakahan, kebencian dan kebodohan masih menguasai perilaku tubuh, ucapan dan pikirannya. Orang yang telah meninggalkan kualitas-kualitas itu, menyukai penyepian yang mendukung pelepasan, dan tidak mencari kepuasan melalui objek indra patut dijadikan teladan. Mendengar penjelasan tersebut, para perumah tangga menyatakan keyakinan dan berlindung kepada Buddha, Dhamma dan Saṅgha.

mn150:4.1 “Householders, if wanderers who follow another religion were to ask you:

mn150:4.2 ‘What kind of ascetic or brahmin doesn’t deserve honor, respect, reverence, and veneration?’

mn150:4.4 ‘There are ascetics and brahmins who are not free of greed, hate, and delusion for sights known by the eye, whose minds are not settled internally, and who conduct themselves badly among the good by way of body, speech, and mind. They don’t deserve honor, respect, reverence, and veneration.

mn150:4.6 Because we ourselves are not free of these things, so we do not see that they have any higher good conduct than us.

mn150:4.7 That’s why they don’t deserve honor, respect, reverence, and veneration.

mn150:4.8 There are ascetics and brahmins who are not free of greed, hate, and delusion for sounds known by the ear …

mn150:4.12 ideas known by the mind, who are not settled internally, and who conduct themselves badly among the good by way of body, speech, and mind. They don’t deserve honor, respect, reverence, and veneration.

mn150:4.14 Because we ourselves are not free of these things, so we do not see that they have any higher good conduct than us.

mn150:4.15 That’s why they don’t deserve honor, respect, reverence, and veneration.’

mn150:4.16 When questioned by wanderers of other religions, that’s how you should answer them.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.