
Buddha
Guru yang menjelaskan bahwa bahaya kenikmatan indria baru benar-benar teratasi lewat kebahagiaan meditatif, bukan sekadar pengetahuan.
Cūḷadukkhakkhandhasutta
Mahānāma, umat awam suku Sakya, bertanya kepada Buddha mengapa keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin masih menguasai pikirannya meski ia telah lama memahami ajaran — inilah Cūḷadukkhakkhandha Sutta.

Guru yang menjelaskan bahwa bahaya kenikmatan indria baru benar-benar teratasi lewat kebahagiaan meditatif, bukan sekadar pengetahuan.
Umat awam suku Sakya yang bertanya kepada Buddha mengapa keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin masih menguasai pikirannya.
Taman dekat Kapilavatthu di negeri suku Sakya, tempat Buddha menjawab pertanyaan Mahānāma.
Meski memahami ajaran secara teori, bahaya kenikmatan indria hanya benar-benar teratasi lewat kebahagiaan meditatif yang lebih tinggi, bukan sekadar pengetahuan.
Mahānāma dari suku Sakya datang kepada Buddha dengan persoalan yang sangat pribadi: ia memahami bahwa keserakahan, kebencian dan kebodohan adalah noda batin, tetapi ketiganya masih kadang menguasai pikirannya. Buddha menjelaskan bahwa selama kecenderungan terhadap kenikmatan indria belum ditinggalkan, seseorang masih dapat tertarik kembali kepadanya walaupun telah memahami ajaran. Percakapan kemudian membawa Mahānāma pada pengalaman Buddha sebelum pencerahan dan berlanjut pada perjumpaan Buddha dengan para petapa Nigaṇṭha yang menyiksa tubuh untuk menghapus kamma lampau. Melalui tanya jawab dengan mereka, Buddha membedakan antara penderitaan yang sekadar ditanggung dan jalan yang benar-benar membawa pada pelepasan.
mn14:21.1 ‘Well then, reverends, I’ll ask you about this in return, and you can answer as you like.
mn14:21.2 What do you think, reverends?
mn14:21.3 Is King Bimbisāra capable of experiencing absolute happiness for seven days and nights without moving his body or speaking?’
mn14:21.4 ‘No he is not, reverend.’
mn14:21.5 ‘What do you think, reverends?
mn14:21.6 Is King Bimbisāra capable of experiencing absolute happiness for six days …
mn14:21.7 five days …
mn14:21.8 four days …
mn14:21.9 three days …
mn14:21.10 two days …
mn14:21.11 one day?’
mn14:21.12 ‘No he is not, reverend.’
mn14:21.13 ‘But I am capable of experiencing absolute happiness for one day and night without moving my body or speaking.
mn14:21.14 I am capable of experiencing perfect happiness for two days …
mn14:21.15 three days …
mn14:21.16 four days …
mn14:21.17 five days …
mn14:21.18 six days …
mn14:21.19 seven days.
mn14:21.20 What do you think, reverends? This being so, who lives in greater pleasure, King Bimbisāra or I?’
mn14:21.21 ‘This being so, Venerable Gotama lives in greater pleasure than King Bimbisāra.’”
mn14:21.22 That is what the Buddha said.
mn14:21.23 Satisfied, Mahānāma the Sakyan approved what the Buddha said.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.